Jumat, 21 Januari 2011 03:25 WIB Sukoharjo Share :

Areal Dam Colo sokong 60% produksi padi Sukoharjo

Sukoharjo (Espos)–Areal persawahan yang dilalui saluran air dari Dam Colo Barat dan Dam Colo Timur memiliki peranan vital bagi peningkatan produksi padi di Sukoharjo. Pasalnya, hampir 60% total produksi padi Sukoharjo diperoleh dari kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo, Giyarti menyatakan peranan Dam Colo bagi pertanian di Sukoharjo akan lebih meningkat saat musim kemarau. Sekitar 12.000 hektare (ha) dari 21.257 ha lahan pertanian di Sukoharjo mengandalkan aliran dari bendungan air tersebut.

“Seluruh wilayah pertanian mengandalkan air dari Dam Colo, kira-kira seluas 12.000 ha di 76 desa. Hampir semua kecamatan, kecuali Gatak, Baki, Kartasura, dan sebagian kecil di Grogol,” ungkap Giyarti saat dijumpai Espos di Gedung DPRD Sukoharjo, Kamis (20/1).

Untuk data produksi padi di wilayah Sukoharjo pada 2010 memang belum bisa dilaporkan secara pasti. Namun, menilik produksi padi selama 2009 lalu, Sukoharjo mampu menghasilkan kurang lebih 357.524 ton padi. Artinya, jika produksi padi di areal pertanian Dam Colo menopang 60% dari produksi keseluruhan di Sukoharjo, maka wilayah subur itu bisa menghasilkan kurang lebih 214.514 ton per tahun.

“Memang sangat banyak, jadi Dam Colo jadi sebuah berkah. Namun, dalam cuaca ekstrem dengan tingkat curah hujan yang sangat tinggi seperti ini petani tidak begitu banyak memerlukan air,” terang dia.

Giyarti melanjutkan, justru daerah-daerah kering di cuaca ekstrem ini memiliki produktivitas padi yang sangat bagus. Pasalnya, mereka hanya cukup mengandalkan air tadah hujan yang hampir turun dua hari sekali. Untuk itu, peranan saluran air dari Dam Colo tidak begitu penting dibandingkan kala musim kemarau.

Di sisi lain, meski fungsinya untuk mengairi lahan pertanian, namun menurut Giyarti secara perawatan fisik dan bangunan Dam Colo bukan menjadi kewenangan Dispertan, melainkan Pusat Sumber Daya Air (PSDA), serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Lahan pertanian di sekitar Dam Colo sangat potensial, sehingga jangan sampai mudah untuk dialihfungsikan. Dispertan sendiri melakukan koordinasi dengan semua pihak mulai dari petani, penyuluh, camat, lurah, atau dinas lain untuk bisa saling menjaga pertanian di Sukoharjo,” pungkasnya.

hkt

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…