Kamis, 20 Januari 2011 21:15 WIB Solo Share :

Tak jua beroperasi, Rusunawa Jurug disasar maling

Solo  (Espos)–Lantaran tak kunjung dioperasikan, rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Jurug, Jebres, menjadi sasaran pencuri dalam beberapa bulan terakhir. Padahal pembangunan fisik Rusunawa proyek Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) itu sudah selesai pertengahan 2010.

“Beberapa waktu lalu Rusunawa saya pasrahkan kepada seorang teman karena saya harus ke Jakarta. Tapi saat saya pulang panel listrik induk dan beberapa panel listrik ruang raib,” ujar petugas keamanan Rusunawa Jurug, Jarot, saat ditemui Espos, Kamis (20/1).

Laki-laki asal Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) itu memperkirakan nilai panel listrik yang dicuri mencapai Rp 100 juta. Musibah itu sempat membuat Jarot dimarahi habis-habisan bosnya dari PT Hutama Karya (HK). Beruntung dia masih dibolehkan bekerja bersama PT HK di Rusunawa Jurug. “Dikarenakan Rusunawa belum diserahkan ke Pemkot Solo, saya masih ditugasi menjaga keamanan. Untuk fisik bangunan sejauh ini tidak ada masalah,” imbuhnya.

Sedangkan calon penghuni Rusunawa Jurug, Felicianus Enkin Payungpira berharap bangunan bisa segera diserahkan kepada Pemkot Solo untuk dioperasikan. Pasalnya dia mengaku telah menunggu lama untuk bisa menempati Rusunawa berkapasitas 72 kamar itu. Mantan penghuni rumah sewa Jurug itu menilai bangunan Rusunawa Jurug tinggal kurang aliran listrik dan air. Dua hal itu menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo. “Inginnya segera dioperasikan. Sejak beberapa hari ini saya sudah numpang di sini,” aku dia.

Kepala UPTD Rumah Sewa DPU Solo, Toto Jayanto menjelaskan anggaran listrik sudah masuk APBD 2011 sehingga bisa segera direalisasi. Namun kendala pengoperasian Rusunawa saat ini justru pembangunan dua gedung baru Rusunawa Jurug dari Kementerian Pekerjaan Umum, yang diperkirakan molor hingga pertengahan tahun. Padahal berdasar kontrak kerja kontraktor seharusnya merampungkan pekerjaan April tahun ini. “Tapi mau bagaimana lagi, awal pengerjaan fisik saja sudah mundur dari jadwal,” terang dia.

kur

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…