Kamis, 20 Januari 2011 22:55 WIB Wonogiri Share :

Serapan tak maksimal, jatah urea Wonogiri berkurang

Wonogiri (Espos)--Jatah pupuk urea untuk Kabupaten Wonogiri pada 2011 ini hampir pasti bakal dikurangi. Pengurangan ini dipicu tak maksimalnya serapan jatah pupuk tersebut tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pengurangan ini dipastikan tak akan mengganggu produktivitas pertanian. Belum ada informasi resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengenai pengurangan jatah pupuk urea tersebut. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Wonogiri, Guruh Santosa mengaku baru mendapatkan informasi lisan.  “Jumlah pastinya kami belum tahu, karena surat keputusan Gubernur mengenai hal itu belum turun. Tapi kalau melihat serapan pupuk urea tahun lalu, pengurangan itu tidak akan sampai 30%,” ungkap Guruh kepada wartawan, Kamis (20/1).

Guruh menerangkan, pada 2010 lalu, Wonogiri mendapat jatah pupuk urea sebanyak 49.000 ton, namun hingga akhir tahun, hanya terserap 36.000 ton. Berdasarkan hal itu, Guruh mengaku yakin jatah pupuk urea untuk Wonogiri tahun ini tidak akan kurang dari 36.000 ton.  Meski ada pengurangan, Guruh menambahkan, hal itu tidak akan terlalu mempengaruhi produktivitas pertanian. Menurut Guruh, pengurangan urea bukanlah hal yang mutlak. Kalaupun ada kekurangan urea pada pertengahan tahun, pihaknya siap mengajukan tambahan kuota ke provinsi.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…