Kamis, 20 Januari 2011 13:50 WIB Sport Share :

PSSI ditenggat 17 hari soal transparansi tiket AFF

Jakarta–Sudah hampir sebulan Piala AFF berlalu, namun persoalan tiket AFF yag carut marut masih jadi pembahasan sendiri. Karena PSSI diberi tenggat 17 hari untuk membeberkan soal penjualan tiket tersebut jika tak ingin masalah ini sampai ke Komisi Informasi Pusat.

Adalah Kelompok yang menamakan dirinya Save Our Soccer yang datang ke kantor PSSI di Senayan, Kamis (20/1) siang WIB, untuk memberikan Surat Permintaan Informasi terkait pengelolaan tiket Piala AFF 2010 lalu.

Namun sayang kedatangan kelompok yang sering menggelar diskusi soal persepakbolaan nasional itu, hanya diterima oleh resepsionis, karena para pengurus PSSI sedang berada di Bali untuk menggelar Kongres Tahunan.

Alasan aliansi ini menyampaikan surat itu tentu terkait tidak beresnya pengelolaan Piala AFF kemarin. Tingginya animo penonton tak dibarengi dengan kesigapan panitia dalam menjual tiket serta ada isu permainan calo dengan beberapa anggota panitia.

“Kedatangan kita ke PSSI untuk menyampaikan surat pemintaaan informasi terkait pengelolaan tiket AFF, karena selama penyelenggaraan, pengelolaan tiket itu carut marut. Tapi justru PSSI terkesan lepas tangan,” tutur Koordinasi Koalisi, Bejo Untung kepada wartawan.

Lebih lanjut Bejo mengemukakan kalau memakai peraturan yang ada yaitu Undang-Undang no.14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik, setiap lembaga yang mendapat kucuran dana dari APBN, wajib membuka informasinya kepada masyarakat secara transparan.

Jadi PSSI yang setiap tahunnya mendapat dana dari Menpora, wajib membeberkan soal transparasi keuangan selama Piala AFF kemarin dan juga selama periode kepengurusan 2005-2010.

‘Save Our Soccer’ pun memberi tenggat waktu hingga tanggal 6 Februari bagi PSSI untuk merespon surat itu, jika tidak maka PSSI akan diadukan ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

“Berapa jumlah tiket yang dicetak PSSI selama Piala AFF, rincian distribusi seluruh kategori, pemasukan yang diperoleh PSSI, perubahan tiket selama pertandingan dan kerjasama hak siar dengan stasiun TV, semua itu harus dibuka ke publik,” pinta Bejo.

“Kita juga meminta rincian laporan keuangan dan hasil audit keuangan PSSI periode 2005-2010. Jika dalam 17 hari PSSI (sejak hari ini) tak merespon, kita akan mengajukan sengketa pada Komisi Informasi Pusat,” tuntasnya.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…