Kamis, 20 Januari 2011 19:55 WIB Klaten Share :

Korban Merapi disarankan tak pindah sekolah

Klaten (Espos)--Anak-anak Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten yang akan ikut menempati selter bersama orangtua mereka tidak diarahkan untuk pindah sekolah di sekitar selter. Sekolah mereka dinilai masih bisa dijangkau dengan mudah dari lokasi selter.

Demikian dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Kemalang Trima S Darsono saat dihubungi wartawan, Kamis (20/1). Menurut dia letak selter di Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, tak terlalu jauh dari SDN 1 Balerante. “Masih bisa dijangkau dengan kendaraan sehingga tak perlu pindah sekolah. Disediakan pula sarana transportasi untuk antarjemput anak-anak pengungsi,” jelasnya.

Dia menguraikan mutasi hanya dilakukan apabila peserta didik terbebani dengan jarak tempuh atau sekolah mereka hancur akibat diterjang erupsi Merapi. Menurutnya, SDN 1 Balerante masih berdiri seperti semula dan selama ini digunakan sebagai tempat belajar anak-anak lereng Merapi. Demikian pula SMPN 1 dan 2 Kemalang yang terletak di sebelah timur alur Kali Woro. Sampai saat ini, kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah-sekolah itu berjalan baik. Trima mengingatkan, peserta didik dan keluarga mereka hanya menetap sementara di selter sehingga jika sekolahnya harus berpindah-pindah dikhawatirkan mengganggu konsentrasi belajar siswa. Di sisi lain, papar Trima, ada 63 siswa asal Cangkringan, Sleman, DIY yang dititipkan bersekolah di SDN Panggang, Kemalang sejak beberapa waktu lalu. Soal status anak-anak itu –apakah mutasi atau tidak– akan diperjelas pada akhir Januari ini.

Anggota Komisi IV DPRD Klaten Mulyono mengingatkan anak-anak harus diberi kebebasan memilih lokasi pendidikan yang membuat mereka nyaman. “Saya berpendapat lebih baik siswa pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan selter. Soalnya kalau setiap pagi harus menempuh perjalanan ke Balerante, lumayan juga jaraknya,” urainya.

rei

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…