Kamis, 20 Januari 2011 12:15 WIB News Share :

Blokir porno di BlackBerry ditanggung RIM

Jakarta–Seluruh operator penyedia layanan BlackBerry yang menjadi mitra Research in Motion (RIM) di Indonesia telah siap mengeksekusi pemblokiran setiap konten pornografi yang bisa diakses lewat ponsel itu secara bertahap.

RIM yang akhirnya memilih solusi DNS filtering Nawala, sebelumnya telah berkoordinasi dengan enam operator yang menjadi mitranya, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison CP Telecom, Natrindo Telepon Seluler, dan Smart Telecom.

“Sejauh ini RIM yang akan melakukan dan tidak ada investasi operator,” ungkap Aulia Ersyah Marinto, juru bicara Telkomsel, Kamis (20/1).

Hal yang sama juga diungkap Presiden Director & CEO Indosat, Harry Sasongko. “Kami tinggal mengeksekusi saja. Semua biaya ditanggung oleh RIM, bukan oleh kami,” ucapnya.

Dari enam operator mitra RIM itu tercatat ada tiga juta yang berlangganan BlackBerry. Telkomsel hampir satu juta, Indosat dan XL masing-masing 750 ribu, sementara sisanya dilayani oleh Tri, Axis, dan Smart.

Sedangkan menurut Febrianti Nadira, juru bicara XL, saat ini proses pemblokiran pornografi di layanan BlackBerry XL sedang berjalan secara bertahap.

“Kami optimistis RIM bisa menyelesaikannya sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan oleh pemerintah. Untuk biayanya sendiri kami tidak memiliki gambaran, karena sesuai kesepakatan meeting tanggal 17 Januari kemarin, RIM sendiri yang akan melakukan proses filtering,” tandasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…