Kamis, 20 Januari 2011 20:30 WIB Karanganyar Share :

6 Kecamatan jadi sentra tanaman obat

Karanganyar (Espos)–Sedikitnya enam kecamatan di wilayah Kabupaten Karanganyar mulai didorong untuk pengembangan sentra tanaman obat tradisional. Selain meningkatkan perekonomian warga, langkah ini diambil untuk membudayakan konsumsi obat herbal.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch, menyebutkan keenam wilayah tersebut adalah Kerjo, Mojogedang, Jumantono, Jumapolo, Karangpandan dan Matesih. Menurutnya, selain kondisi wilayah di enam kecamatan ini cocok untuk mengembangkan tanaman herbal, embrio kelompok taninya juga ada.

“Jadi Kami tinggal mendorong dan membantu pengembangannya,” terangnya kepada <I>Espos<I> belum lama ini. Siti menjelaskan obat herbal yang sedang dikembangkan antara lain empon-empon yang meliputi jahe, kencur, temulawak, kunir dan kunyit. Dia mengaku optimistis pengembangan tanaman herbal ini dapat meningkatkan perekonomian warga yang tergabung dalam kelompok tani. Apalagi saat ini tengah berkembang tren back to nature di masyarakat.

“Pangsa pasarnya pasti akan bagus,” imbuhnya. Siti mengatakan untuk mendorong pengembangan itu pihaknya menggandeng sejumlah pihak. Seperti Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangmangu dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Bahkan pekan lalu, kelompok tani mendapat stimulus berupa bantuan alat perajang, pencuci dan peralatan produksi tanaman obat lainnya. “Mudah-mudahan dengan peralatan ini tanaman herbal petani lebih higienis dan bisa dijual ke pabrik jamu. Karena sebelumnya pabrik jamu menolak membeli tanaman herbal petani dengan alasan standar kebersihan kurang,” harap Siti.

isw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…