Rabu, 19 Januari 2011 16:50 WIB Wonogiri Share :

Wonogiri 10 besar terbanyak anak Balita bergizi buruk

Wonogori (Espos)–Jumlah bayi di bawah lima tahun (Balita) penderita gizi buruk berdasarkan laporan Posyandu pada akhir Desember 2010 lalu mencapai 619 anak. Sementara 1.960 Balita lainnya berstatus kurang gizi. Dengan jumlah itu, Wonogiri masuk 10 besar kabupaten/kota dengan angka gizi buruk tertinggi di Jateng.

Data yang diperoleh Espos dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, jumlah anak Balita yang datang ke Posyandu setiap bulannya mencapai 55.000-an anak. Dari jumlah itu, angka gizi buruk di Wonogiri tercatat sebanyak 4,63%. Angka tersebut turun dibandingkan data akhir 2009 lalu 4,76%. Kendati demikian, dibandingkan 34 kabupaten/kota lainnya di Jateng, Wonogiri masih masuk 10 besar tertinggi.

“Berdasarkan data Posyandu, angkanya memang segitu. Tapi setelah divalidasi berdasarkan rumus berat badan (BB) dibagi umur (U), penderita gizi buruk hanya 317 Balita. Sedangkan jika menggunakan rumus berat badan (BB) dibagi tinggi badan (TB), jumlahnya hanya 45 Balita di seluruh Wonogiri,” ungkap staf Seksi Kesejahteraan Keluarga dan Gizi Dinkes, Kristiana TW, mewakili Kepala Dinkes, AUG Jarot Budiharso, saat ditemui wartawan, Rabu (19/1).

Penyebab gizi buruk atau gizi kurang kata Kristiana, bisa karena beberapa faktor, di antaranya berat bayi lahir rendah (BBLR), pola asuh dan pola makan, penyakit, dan kondisi ekonomi.

Sebelumnya, saat <I>hearing<I> di Komisi D DPRD, Selasa (18/1), Kepala Dinkes, AUG Jarot mengungkapkan salah satu penyebab spesifik di Wonogiri di antaranya karena banyak anak Balita yang ditinggal merantau oleh ibunya dan pengasuhannya diserahkan kepada kerabatnya. Hal ini mempengaruhi pola asuh anak.

Wakil Ketua Komisi D DPRD, Ngadiyono, didampingi Wakil Ketua DPRD, Tinggeng menilai angka gizi buruk yang dibeberkan oleh Dinkes tersebut meragukan. Mereka meyakini jumlah penderita gizi buruk di Wonogiri lebih banyak dibandingkan yang tercatat. Pasalnya, mereka mengaku mengetahui beberapa bidan terutama di daerah pinggiran yang mendata tanpa terjun langsung ke lapangan.

“Kami sangat berharap data ini benar-benar valid sehingga langkah-langkah kebijakan yang ditempuh untuk penanganannya juga tepat. Tapi kami sering mendapati bidan yang mendata secara <I>dengkulan<I> karena malas turun ke lapangan,” ungkap Ngadiyono.

Tinggeng menambahkan apa yang dikatakan Ngadiyono seperti pengalamannya sendiri benar adanya. Karena itu dia berharap setelah ini tenaga bidan desa mengoptimalkan kinerja dalam rangka penanganan gizi buruk yang lebih efektif.

“Kalau data validasi Dinkes ini memang benar, itu bagus karena berarti jumlahnya sedikit. Tapi saya kok masih agak ragu. Jadi mohon ke semua bidan agar selalu terjun langsung ke lapangan saat mendata,” kata wakil ketua DPRD bidang kesejahteraan rakyat itu.

shs

lowongan kerja
lowongan kerja LKP Adam Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • L300 PU’2008

    L300 PU’2008 Hitam,Pjk Gres,AD-Solo(80Jt Saja)Siap Kerja:784148…

  • Lowongan Pengasuh Bayi

    BUKAN PENYALUR,Diutamakn Dr Daerah,Putri Max30th,Pengasuh Bayi Cewek 1Th Lbh&Kbersihan,Wjb TdrDlm DiSolo…

  • XENIA Li’2007

    XENIA Li’2007 Silver VR AC TP Msn Bd PjkBr Istw 82Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

  • KARIMUN GX’2005

    KARIMUN GX’2005 Htm,M/T,AD-Solo,PjkBr(70),LsgPkai:087735002228…

  • Lowongan Sopir,Serabutan &ADM

    PENYALUR VARIASI Mobil Smrg Cr Kryw:Mau Krj,Bs Diprcaya,Sopir:SMA,SIMA 25-35Th,Srbtn:Pria SMA SIM C,2-25Th,Adm…

  • CITY Vtex’2000

    HONDA CITY Vtex’2000 Merah VR AC TP MsnBdy Ist64Jt085100051511…

  • INNOVA G’2007

    INNOVA G’2007 Euro FulAudio VR Msn Bd Istw AD 132JtNg085100051511…

Leave a Reply



PROMO SPESIAL
Dari Mao Ke Marcuse [Cover Baru]
Pemikiran Karl Marx ( Cover Baru)
Dalam Bayang-Bayang Lenin [Cover Baru]
WONDERFUL LIFE: THE NOVEL

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…