Rabu, 19 Januari 2011 10:50 WIB Internasional Share :

Polisi Meksiko temukan lima mayat korban mutilasi

Meksiko–Polisi negara bagian Mexico menemukan lima jasad mutilasi di Kota Monterrey, Selasa (17/1) waktu setempat. Hal tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan yang terjadi selama dua hari terakhir dan menewaskan sebanyak 20 orang.

Saksi mata dan polisi setempat menuturkan, kelima jasad yang dimutilasi tersebut dibuang oleh komplotan bersenjata. Tangan dan kaki mereka dipotong di sebuah jalan di sebalah selatan kota Monterrey, Montemorelos, dini hari.

Media Mexico menyebut peristiwa tersebut merupakan bagian dari kematian mengerikan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan akibat menyaksikan pembunuhan tersebut seorang wanita meninggal dunia akibat serangan jantung.

“Satu orang wanita meninggal dunia terkena serangan jantung karena menyaksikan beberapa pembunuhan dan enam lainnya tewas dalam dua penembakan di Monterrey,” kata polisi setempat seperti dikutip dari situs AFP, Selasa (18/1).

Pejabat Meksiko dan Amerika Serikat mengatakan, sebuah aliansi dari tiga kartel di Monterrey tengah berupaya membersihkan wilayah geng Zetas yang dipimpin oleh mantan tentara elit yang beralih haluan ke kejahatan terorganisir sejak 1990-an.

Lebih dari 34 ribu orang tewas dalam perang narkoba di seluruh Meksiko sejak Presiden Felipe Calderon mengirim tentara untuk memerangi kartel pada tahun 2006.

Pemerintah Meksiko mengatakan, pertumpahan darah merupakan tanda geng-geng narkoba mulai melemah. Namun kelompok Hak Asasi Manusia mengkhawatirkan jika strategi tersebut dapat menjadi bumerang dan memicu pertumpahan darah tanpa henti di Meksiko.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…