Rabu, 19 Januari 2011 12:16 WIB News Share :

Dilahirkan perempuan, bocah lima tahun asal Cimaung kini berpenis

Bandung–In bocah berusia lima tahun asal Kampung Pasirhuni RT 3 RW 6, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung dilahirkan sebagai seorang perempuan, namun pada usia empat tahun, tumbuh penis sekitar lima centimeter di sela-sela vaginanya.

In merupakan anak pertama pasangan Rani ,23, dan Daman ,26. “Penisnya keluar dari vagina, awalnya kecil dan tidak menyangka akan seperti ini. Tapi lama-lama membesar,” ujar Rani saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/1).

Dijelaskan Rani, anaknya lahir melalui proses persalinan yang dibantu dukun beranak pada 24 Mei 2005. Sejak dilahirkan, In tumbuh dan dibesarkan seperti anak perempuan. Namun lama-kelamaan timbul keanehan pada diri In, di usia 2 tahun dia mulai menyukai segala hal yang berbau laki-laki. Seperti mainan misalnya, ia lebih suka robot-robotan dan mobil-mobilan. Lalu pakaian, ia lebih menyukai pakaian laki-laki.

“Kalau dua tahun pertama saya dandani dia seperti anak perempuan, tapi di usia 2 tahun, kalau didandani seperti perempuan dia malah nangis. Pakaian sama mainan senangnya juga seperti laki-laki,” ujarnya.

Menurut Rani, dia baru sadar ketika anaknya berumur 4 tahun bahwa ada keanehan di alat kelamin anaknya. Sempat dikira tidak akan membesar, hal itu dibiarkan oleh Rani dan suaminya. Saat usia 5 tahun, In baru dibawa ke dokter karena alat kelamin laki-lakinya semakin membesar. “Dari situ saya tahu, ada kelainan pada anak saya. Sementara kalau buang air kecil keluarnya itu dari bagian vagina, bukan dari penisnya,”

Kondisi fisik In sendiri tampak seperti laki-laki. Rambutnya pendek dan berkulit sawo matang. Pakaian yang dipakai seperti laki-laki dan cara berjalannya pun seperti laki-laki.

Sementara di lingkungan tempat tinggalnya, In bergaul dengan siapapun. “Kalau main mah sama siapa saja, karena di sekitar sini anak laki-laki sama perempuannya hampir sama banyak,” terang Rani.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…