SANG LEGENDA - Penampilan sang legenda Daniel Sahuleka memukau ratusan penonton yang menyaksikan di Ballroom The Sunan Hotel, Selasa (18/1) malam. (FOTO:Espos/Sunaryo Haryo Bayu)
Rabu, 19 Januari 2011 01:54 WIB Issue Share :

Daniel Sahuleka bikin Solo penuh warna

SANG LEGENDA - Penampilan sang legenda Daniel Sahuleka memukau ratusan penonton yang menyaksikan di Ballroom The Sunan Hotel, Selasa (18/1) malam. (FOTO:Espos/Sunaryo Haryo Bayu)

Single Daniel Sahuleka bertajuk You Make My World So Colorful menyihir ratusan penonton yang memadati Grand Ballroom Hotel The Sunan Solo, Selasa (18/1) malam. Lagu yang pernah menjadi hits di era 1970-1980-an ini tak pernah dilupakan penggemarnya.

Sebelumnya, petikan lembut gitar Daniel Sahuleka dan lantunan lewat If I Didn’t menyapa penonton yang telah memenuhi ruangan. Penyanyi Belanda berdarah Indonesia ini tampil dengan dandanan cukup nyentrik. Lelaki itu tampil simpel dengan rompi warna cokelat dipadu dengan celana jins biru.

Konser musik bertajuk The Legend Night bersama Daniel Sahuleka featuring Koes Plus ini digelar di Grand Ballroom Hotel The Sunan, Selasa (18/1) malam. Lelaki berambut panjang ini dengan ramah menyapa para penggemar dan penontonnya yang telah menunggu lama kehadiran Daniel di Kota Solo.

“Selamat malam kotanya Gesang. Gesang sangat menakjubkan dan senang bisa hadir malam ini. Semoga kita bisa membangun suasana yang manis malam,” sapa Daniel kepada penonton. Tak hanya permainan gitarnya yang sungguh menawan, suaranya yang lembut membuat penonton terus memberikan tepuk tangan.

Lelaki kelahiran Semarang ini lalu melantunkan The Sunflight dan disusul Imagine. “Saya sering kali menulis lagu saat pagi datang. Hawanya masih begitu enak dan nyaman,” tuturnya. Di sela-sela show-nya, Daniel sesekali bercerita. Ia kali pertama datang ke Indonesia 1981. Ada kerinduan tersendiri setiap kali ia datang ke negara asal orangtuanya ini.

The Rain pun ia bawakan dengan sangat manis di tengah candanya tentang Solo yang kerap kali terkena banjir. Lagu demi lagu membuat penonton terhanyut dalam nuansa melow namun tetap semangat. Lagu I Adore You, Must You Go Away menghangatkan seluruh ruangan.

Lagu berbahasa Indonesia Tiada Lagi Cinta dipersembahkan Daniel untuk publik Solo. Selepas itu disusul dengan No Need to Hide. Penampilan Daniel ditutup dengan Don’t Sleep Away This Night yang juga pernah menjadi lagu idola di masanya.

Sementara itu, Koes Plus hadir tak kalah menghebohkan. Mereka memberikan kejutan dengan kehadiran Yok Koeswoyo dan Yon Koeswoyo, legenda musik Indonesia yang tak lagi muda ini tampil satu panggung.

Lagu-lagu andalan macam Kolam Susu, Nusantara, Bis Sekolah, Kusendiri, Pagi yang Indah dan sebagainya mereka gulirkan satu-persatu. Legenda Indonesia ini tampil begitu energik meski usia sudah lebih dari setengah abad. Improvisasi dan cara manggung yang interaktif menjadi ciri khas Koes Plus di setiap penampilannya.

m90

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…