Rabu, 19 Januari 2011 10:16 WIB Wonogiri Share :

Aspirasi dua desa di Wonogiri jadi kelurahan kandas

Wonogiri (Espos)–Aspirasi warga Desa Bulusulur dan Desa Sendang, Wonogiri Kota, terkait perubahan status menjadi kelurahan kandas. Pemkab Wonogiri menilai kedua desa tersebut belum memenuhi syarat diubah statusnya sebagai kelurahan.

Penegasan itu seperti disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Kabupaten Wonogiri, Sunarso, Selasa (18/1). Dia menyatakan perubahan status menjadi kelurahan dilakukan dengan memertimbangkan banyak faktor atau kriteria, di antaranya sifat dan corak masyarakat. “Kelurahan memiliki masyarakat dengan corak heterogen. Selain itu lapangan pekerjaan mereka lebih banyak bertumpu pada sektor-sektor nonpertanian. Sebagai contoh jadi pekerja atau buruh industri,” ungkapnya saat dihubungi Espos melalui telepon genggamnya, Selasa siang.

Sunarso juga membantah wacana perubahan status Bulusulur dan Sendang dari desa ke kelurahan pernah dibahas di kalangan Legislatif. Menurut dia gagasan tersebut hanya aspirasi masyarakat di dua desa berbeda dan belum sampai DPRD Kabupaten Wonogiri. Jika sudah dibahas oleh anggota Dewan, jelasnya, besar kemungkinan melibatkan instansi terkait, dalam hal ini Bagian Pemdes. “Sejauh ini masih sebatas aspirasi dari masyarakat saja terkait kepentingan wilayah,” tandasnya.

Sunarso tidak membantah kemungkinan perubahan status desa menjadi kelurahan untuk wilayah Bulusulur dan Sendang. Namun demikian dia menegaskan hal itu memerlukan proses panjang dan harus memenuhi banyak kriteria. Selain memerlukan peraturan daerah (Perda), proses perubahan status desa ke kelurahan harus diusulkan sampai ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Secara terpisah, Kepala Desa (Kades) Bulusulur, Dwi Prasetyo, sebelumnya menyatakan Bulusulur sangat memadai menjadi kelurahan. Selain sangat dekat dengan pusat kegiatan pemerintahan dan ekonomi di kota kabupaten, masyarakat setempat telah banyak mengalami transisi. “Keberadaaan beberapa kantor SKPD di Bulusulur adalah bukti desa kami cenderung ke perkotaan,” serunya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sendang, Sriyatni, menyatakan dukungan perubahan status ke kelurahan karena pembangunan dan kemajuan wilayah yang akan berjalan lebih cepat. Menurut dia, meski berada sekitar pusat kota, program pembangunan di desanya berjalan relatif lambat karena sumber dan kemampuan keuangan desa selama ini sangat terbatas. Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang berada di Sendang juga tak memberi banyak manfaat bagi warga.

try

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…