Rabu, 19 Januari 2011 22:02 WIB Wonogiri Share :

30% petani dari Kaliancar keracunan ringan pestisida

Wonogiri  (Espos)–Sebanyak 16 petani atau sekitar 30% dari 51 petani dari Kelurahan Kaliancar, Selogiri, Wonogiri yang mengikuti pemeriksaan enzim colinestrase terdeteksi keracunan pestisida pada taraf ringan. Para petani diminta lebih berhati-hati.

Pemeriksaan enzim colinestrase diadakan pihak kecamatan setempat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri di lahan pertanian wilayah Kaliancar, Rabu (19/1) pagi. Para petani, laki-laki maupun perempuan, tua dan muda, berdatangan ke lokasi pemeriksaan itu. Selain pemeriksaan enzim colinestrase mereka juga diperiksa kesehatannya secara umum.

“Pemeriksaan ini dilakukan selain untuk mengetahui tingkat kontaminasi racun kimia pestisida yang digunakan untuk menyemprot wereng di dalam darah petani juga untuk mengingatkan kepada petani pentingnya menjaga kesehatan. Di sini kami juga melakukan penyuluhan-penyuluhan,” ungkap Camat Selogiri, Bambang Haryanto kepada wartawan di sela-sela acara.

Salah satu petugas kesehatan dari Dinkes yang hadir di lokasi, Sumarsono Purwadi menjelaskan enzim colinestrase berfungsi menjaga agar saraf tetap berfungsi dengan baik. Jika enzim tersebut mengandung racun pestisida bisa mengganggu kerja saraf. “Hasil pemeriksaan ini digolongkan dalam tiga kategori, keracunan ringan, sedang dan berat. Kami mengambil sampel darah petani lalu dites dan dalam 15 menit hasilnya sudah bisa diketahui,” katanya.

Salah seorang petani, Purwanto mengungkapkan rata-rata para petani di wilayah itu melakukan penyemprotan pestisida sebanyak lima kali selama musim tanam (MT) I ini. Karena itulah, pemeriksaan ini sangat dibutuhkan oleh petani.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…