Selasa, 18 Januari 2011 10:32 WIB News Share :

WNI yang dievakuasi di KBRI Tunisia kesulitan bahan makanan

Jakarta–Kerusuhan di Tunis, ibukota Tunisia, berdampak pada WNI yang menetap di negeri itu. Menurut catatan KBRI di Tunis, ada 109 WNI yang menetap di sana. Sebagian di antaranya telah mengungsi ke KBRI dan Wisma Duta RI.

Arus pengungsian itu juga melahirkan masalah baru, yaitu masalah logistik. Hal ini karena begitu banyak WNI yang ditampung, padahal sejumlah pasar dan supermarket tidak buka. “Saat ini ada 37 WNI yang berada di Wisma Duta dan KBRI, ditambah 60 WNI yang bekerja dan keluarganya. Perlu bahan makanan pokok, karena supermarket dan pasar tidak aktif,” terang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kusuma Habir, saat dihubungi, Selasa (18/1).

Kendati demikian, Kusuma menuturkan, staf KBRI terus mengupayakan untuk mengumpulkan logistik sebanyak mungkin. Para staf KBRI dengan dibantu mahasiswa mencari bahan makanan di toko-toko yang masih buka. “Sementara ini diperkirakan logistik bisa bertahan selama satu pekan,” ujar Kusuma.

Kusuma menjelaskan, kondisi di Tunis masih belum stabil, masih banyak aksi, namun pihak KBRI tetap siaga dan waspada dan memonitor kondisi. Dengan kondisi seperti ini, Kusuma menuturkan, pihak KBRI telah melakukan persiapan evakuasi.

“Kami sudah koordinasi dengan KBRI Tunisia juga dengan KBRI Roma dan Vatikan. Tapi sampai saat ini belum ada rencana seperti itu. Kami dengar sudah ada pembentukan kabinet baru, mudah-mudahan bisa segera kembali baik kondisinya,” tandasnya.

Presiden terguling Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, kabur ke luar negeri pada Jumat (14/1) lalu. Tunisia telah dilanda kerusuhan berdarah yang telah menewaskan sedikitnya 50 orang.

Unjuk rasa terjadi di Tunisa setelah bulan lalu seorang pria berumur 26 tahun membakar dirinya sebagai bentuk protes karena polisi menahan hasil pertanian yang hendak dijual untuk menyambung hidupnya.

Menyusul peristiwa itu, kerusuhan meletus pada akhir pekan lalu dan mendorong otoritas Tunisia untuk mengambil langkah tegas sehingga menimbulkan bentrokan antara polisi dan warga.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…