Selasa, 18 Januari 2011 21:21 WIB Sport Share :

Persis Solo gagal dulang poin

Solo (Espos)–Hasil menyedihkan lagi-lagi dicapai Persis Solo pada kompetisi Divisi Utama, Liga Tiphone Grup 2 musim 2010/2011.  Laskar Sambernyawa, gagal mendulang poin pada laga tandangnya.

Hariyadi dkk kembali menelan kekalahaan setelah dibekap tim tuan rumah Persikab Bandung dengan skor 0-2 di Stadion Bima Cirebon, Selasa (18/1).

Kekalahaan ini semakin membuat posisi Persis berada di ujung tanduk. Tim kebanggaan masyarakat Kota Solo ini semakin mantap menghuni papan bawah klasemen Grup 2 dengan raihan tiga poin dan semakin memperlebar jarak dengan tim di atasnya, PSIS Semarang yang mengoleksi nilai tujuh.

Meski menelan kekalahaan asisten pelatih Persis, Achmad Sukisno mengaku permainan pasukannya sudah maksimal. Bahkan, ia melihat dari sisi permainan timnya tidak kalah dengan tim tamu.

“Hanya faktor keberuntungan saja yang belum berpihak. Buktinya kami bisa memainkan bola dengan baik dan membuat banyak peluang. Meski lagi-lagi terkendala penyelesaian akhir yang buruk,” ujar Sukisno saat dihubungi Espos, Selasa (18/1).

Selain faktor keberuntungan, Sukisno menilai faktor kekalahaan timnya akibat kepemimpinan wasit Faulur Rossi dari Aceh yang berat sebelah. Ini terlihat dari hadiah penalti yang membuat tim tamu unggul di menit ke-14.

Padahal, menurutnya, hadiah tersebut tidak layak diberikan. Saat itu, tindakan Suparno yang menghalangi Rodrigo Santoni tidak bisa dikatakan pelanggaran.

“Bola di atas masih fifty-fifty. Saat itu perebutan masih dalam tingkat wajar dan saya tidak melihat adanya pelanggaran. Namun, ini kami terima dengan lapang dada, itu merupakan fasilitas tim tuan rumah,” tuturnya.

Ketidakadilan wasit tidak berhenti sampai di situ. Wasit juga turut andil tidak mengesahkan gol yang dicetak Zainul Hidayat di babak kedua.

Saat itu aksi Zainul mampu mengecoh penjaga gawang Persikab, Lendy Kemas. Bola sempat masuk ke gawang yang dijaga Lendy sebelum dibuang keluar oleh pemain belakang Persikab.

Namun tidak disahkannya gol Zainul ini tidak menyurutkan usaha penggawa Laskar Sambernyawa. Mereka tetap menekan pertahanan lawan.

Sayangnya, terus-terusan merepotkan pertahanan lawan membuat lini bertahan Persis lengah. Mereka pun kedodoran saat menerima serangan balik tim lawan dan harus kecolongan melalui gol Rodrigo di penghujung babak kedua, tepatnya menit ke-89.

Terpisah, Asisten Manajer Persis, Totok Supriyanto yang turut mendampingi timnya di Cirebon, mengaku kekalahaan away ini akan menjadi pelecut semangat Persis ke depan. Ia melihat permainan timnya sudah meningkat meski belum meraih hasil yang diinginkan.

“Terlepas dari kekalahaan ini, kami mampu membuat kerepotan tim lawan. Sedangkan untuk wasit memang banyak keputusannya yang kontraversial dalam laga ini,” tukasnya.

Persikab Bandung:

Formasi 4-4-2
Pelatih: Dadang Cahyat
Susunan Pemain:
Lendy Kemas (Gk), M Shobran, Yusrizal, Agus Suprianto, Tomi Zaelani, Febi Martika Candra (Gede Bayu Yusa 90′), Edwin Barlianto (Ridwan Hermawan 45′), Cahya Sumirat, Marwansyah Agung (Bakri Umarela 79′), Ebus Angel, Rodrigo Santoni

Persis Solo
Formasi: 3-4-2-1
Asisten pelatih: Achmad Sukisno
Dian Rompi (Gk), Masyhadi, Haryadi, Suparno, Andri Siswanto, Joko Rusmanto, Imam Rohmawan, Budiana, Katno, Zainul Hidayat (Robi Fajar 76′), Diego Banowo

yud

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…