Selasa, 18 Januari 2011 10:46 WIB News Share :

Empat poin hasil pertemuan Kominfo-RIM

Jakarta–Tak banyak isu yang dibahas dalam pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Research In Motion Senin (17/1) kemarin. Jika dirangkum, hasil yang disepakati cuma ada empat poin. Apa saja?

Berikut adalah empat poin hasil pertemuan antara delegasi produsen BlackBerry itu dengan Kominfo yang juga sudah disampaikan Menkominfo Tifatul Sembiring kepada Komisi I DPR-RI dalam rapat dengar pendapat tadi malam:

1. RIM telah berkomitmen untuk memenuhi tuntutan yang diminta oleh pemerintah dalam penyediaan pusat layanan purna jual dan sekarang telah memiliki lebih dari 40 Customer Care resmi (BlackBerry Authorized Customer Care Center). Namun demikian, Kominfo tetap akan memantau kebenaran dan validitas serta efektifitas 40 pusat layanan purna jual tersebut.

2. RIM akan membahas kemajuan terkait fasilitasi akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia, yang selanjutnya akan dibahas secara tertutup antara Kementerian Kominfo dan RIM.

3. RIM telah berkomitmen untuk melakukan pemblokiran akses konten internet negatif, dan untuk itu tim teknis Kominfo, perwakilan 6 penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan layanan BlackBerry dan perwakilan RIM langsung secara intensif membahas persiapan filtering atau pemblokirannya.

Dalam konteks ini, Kominfo tetap pada posisi bahwa pelaksanaan teknis filtering atau pemblokiran konten internet negatif tersebut harus dilakukan paling lambat tanggal 21 Januari 2011.

4. RIM melaporkan bahwa mereka akan membangun sebuah Regional Network Aggregator di lokasi yang belum disebutkan. Regional Network Aggregator ini akan mengurangi biaya secara signifikan untuk carrier partner (para penyelenggara telekomunikasi) di Indonesia dan meningkatkan kinerja untuk para pengguna BlackBerry. Carrier partner Indonesia hanya perlu untuk menunjang trafik pengiriman data ke regional node.

Seperti diketahui, pada Senin pagi kemarin, telah berlangsung pertemuan antara Kominfo dengan RIM. Pihak Kominfo dipimpin langsung oleh Plh Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan dan didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Sukri Batubara dan Dirjen Aplikasi Informatika, Ashwin Sasongko.

Turut hadir pula dari pihak Indonesia adalah seluruh anggota Komite Regulasi Telekomunikasi – BRTI, serta perwakilan 6 penyelenggara telekomunikasi (Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Smart Telecom, HCPT dan NTS).

Sedangkan pihak RIM dipimpin langsung oleh Gregory Wade (Managing Director of Asia Pasific Region RIM) dan didampingi oleh Jason Saunderson (Director Government Relations RIM), Richard Bale (Atase Perdagangan Kedutaan Besar Kanada di Indonesia),  Oliver Philgerstorfer (Senior Public Relation Manager RIM South East Asia) dan beberapa pejabat lainnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…