PKL
Selasa, 18 Januari 2011 19:00 WIB News Share :

Ditertibkan, PKL sempat bersitegang dengan Satpol PP

Grobogan (Espos)–Membandel kendati sudah diperingatkan, lapak atau tempat berdagang sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-alun Purwodadi digaruk dan disita petugas Satpol PP Pemkab Grobogan, Selasa (18/1).

Seorang PKL yang berjualan minuman dan es kelapa muda sempat bersitegang dengan anggota Satpol PP ketika hendak mengambil kembali lapak dan kayu tenda yang disita petugas. Namun anggota Satpol PP tetap tidak memperbolehkan kayu untuk tenda dagangan diambil. Petugas meminta PKL tersebut untuk kembali besok lagi untuk mengurus perangkat dagangannya yang disita petugas.

Kepala Satpol PP Daru Wisakti SH ketika dikonfirmasi Espos menjelaskan, langkah anggota Satpol PP tersebut sebagai bentuk penegakkan peraturan yang ada. “Selain menegakkan aturan, tindakan anggota Satpol PP dalam rangka menghadapi penilaian Adipura 2011 yang sebentar lagi dilakukan oleh tim penilai,” terang Daru.

Karena dalam penilaian Adipura ada beberapa lokasi yang menjadi obyek penilaian. Antara lain, sekolah, pasar, terminal dan taman kota serta fasilitas umum. “Kita ingin bisa mempertahankan penghargaan Adipura yang kita raih jadi butuh kerja sama semua pihak,” terang Daru.

Menurut Daru, sebenarnya PKL di Kota Purwodadi dan sekitarnya sudah diberitahu mengenai lokasi yang boleh untuk berjualan dan jam berapa para PKL tersebut boleh menggelar dagangannya. “Namun kenyataannya para PKL tersebut sering membandel dan berjualan sebelum waktu yang diperbolehkan berdagang,” papar Daru.

Sebagai contoh, lanjut Daru PKL yang berada di sebelah timur Alun-alun  Purwodadi sudah beberapa kali diperingatkan tetap membandel. Lapak dagangan mereka sering ditinggal begitu saja baik setelah jualan maupun tidak berjualan. Tidak hanya itu, tambah Daru lagi, sebenarnya PKL di Alun-alun sudah diberi kelonggaran jam berdagang bisa lebih awal karena mereka melayani pegawai dan anak sekolah. Dengan syarat tidak berjualan menggunakan gerobak dan mendirikan tenda. “Namun kenyataannya mereka bandel berjualan lebih awal menggunakan gerobak dan mendirikan tenda. Lebih parah lagi lapak mereka seringkali ditinggalkan begitu saja sehingga membuat kumuh lingkungan Alun-Alun,” tegasnya.

rif

lowongan pekerjaan
ERA PLATINUM SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…