Selasa, 18 Januari 2011 22:27 WIB Klaten Share :

“Saya siap mengikuti sidang ini sampai kapan pun...”

Klaten (Espos)--Kaptiyono mencoba menyimak jalannya persidangan dari luar gedung Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Selasa (18/1). Ketika suara riuh tepuk tangan terdengar dari dalam ruang persidangan, ia pun menengok seperti penasaran.

Sesekali saja, PNS yang bertugas di Kecamatan Sawit, Boyolali itu menghisap rokok kreteknya dalam-dalam sambil menyelai perbincangnya dengan Espos. “Tadi, baru saja saya bersaksi di depan majelis hakim. Terus terang, saya tak terima anak saya dianiaya,” kata dia.

Kaptiyono bersaksi untuk membela anak bungsunya, Adtya Tri Widakdo, 19. Betapapun kini Aditya harus meringkuk di tahanan Mapolres Klaten sebagai tersangka kasus pencabulan, namun Kaptiono tetap merasa teriris batinnya mendengar kabar bahwa anaknya diduga menjadi korban penganiayaan oknum polisi. “Anak saya bertangungjawab karena perbuatannya itu. Tapi, kalau anak saya dianiaya, ya saya tak terima,” kata suami Pamujingsih itu.

Bapak berusia 52 tahun itu mengaku sama sekali tak menyangka jika pihaknya harus berhadapan dengan Polres Klaten di meja hijau. Pilihan itu terpaksa ia jalani meski terasa pahit. Namun, demi upayanya mencari keadilan, Kaptiono mengaku tak menyerah mengikuti proses hukum atas kasus penangkapan anaknya itu. “Saya siap mengikuti sidang ini sampai kapan pun,” tegasnya.

Sidang praperadilan tersebut bagi Kaptiono sungguh sangat berarti. Mungkin bisa saja pihaknya kalah dalam persidangan. Namun, pihaknya telah bersiap mengambil segala risiko, termasuk kekalahan itu. “Saya hanya ingin menyampaikan pesan agar penegak hukum itu bisa menjalakan tugasnya sesuai aturan yang berlaku. Kepada siapapun itu,” pesannya.

Sidang gugatan pra peradilan Kapolres Klaten berawal dari penahanan dan penangkapan Aditya Tri Widakdo oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Klaten di kos temannya di kawasan Catur Tunggal Depok Sleman pada Minggu (12/12) lalu.Putera bungsu pasangan Kiptiyono dan Wahyu Parwiningsih itu mengaku sempat dianiaya ketika ditangkap.

Selain itu, penangkapan terhadap Aditya juga diduga tanpa berita acara pemeriksaan (BAP). Atas kejadian itulah, pihaknya pun kini menggugat Polres Klaten ke meja hijau dengan alasan melakukan penangkapan tanpa prosedural.

asa

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…