Senin, 17 Januari 2011 13:43 WIB Klaten Share :

Ratusan warga geruduk Polsek Juwiring

Klaten (Espos)–Ratusan warga Desa Kenaiban, Juwiring menggeruduk Mapolsek Juwiring, Senin (17/1) sekitar  pukul 10.00 WIB.

Persoalannya, Ketua RT 10/ RW V Desa Kenaiban, Sutikno yang menangkap pasangan selingkuh warganya justru dipanggil aparat kepolisian lantaran dituduh melakukan penganiayaan. Spontan, ratusan warga tak terima dan menuntut pembebasan ketua RT mereka. “Kami akan mengawal dan menuntut pembebasan Pak Tikno. Dia yang menangkap pasangan selingkuh, justru malah yang ditangkap,” tukas salah satu warga, Saljino, 40, di Mapolsek Juwiring.

Menurut keterangan Saljino, kejadian penangkapan pasangan selingkuh yang sama-sama sudah berkeluarga tersebut dilakukan sekitar sebulan lalu, tepatnya Senin (20/12). Mereka terpergok warga ketika tengah berduaan di salah satu rumah warga. Meski tertangkap basah, namun warga hanya meminta pasangan selingkuh tersebut berjanji agar tak mengulangi lagi. Selang beberapa waktu kemudian, pihak Mn diam-diam melaporkan ketua RT, Sutikno ke kepolisian dengan tuduhan penganiyaan. “Kami baru tahu setelah Pak Tikno dipanggil kepolisian hari ini. Spontan, kami langsung menggeruduk Mapolsek,” tukas Saljino.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mediasi antara tokoh masyarakat Kenaiban, kepolisian serta pihak berselingkuh selesai  dilakukan. Usai mediasi, Kapolsek Juwiring AKP I Wayan Nartha kepada wartawan membenarkan akan adanya laporan dari pihak Mn terhadap ketua RT Sutikno dengan tuduhan penganiayaan.  Pemanggilan Sutikno oleh polisi hanya sebatas saksi terkait kasus yang dilaporkan tersebut. Meski demikian, setelah dilakukan mediasi persoalan tersebut sudah bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. “Pelapor mencabut kembali laporan dan bersedia meminta maaf kepada warga,” paparnya.

asa

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…