Senin, 17 Januari 2011 10:49 WIB News Share :

Paspor Sony Laksomo, enam petugas imigrasi dinonaktifkan

Jakarta–Enam petugas imigrasi yang diduga terlibat dalam pembuatan paspor palsu Sony Laksono dinonaktifkan. Selama dinonaktifkan, keenamnya tetap akan menjalani pemeriksaan penyidik Polri.

“Mungkin hari ini ada sekitar enam orang ya. Mereka dinonaktifkan dulu. Sanksinya dinonaktifkan dulu sambil memberi kesempatan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian,” kata Menkum HAM Patrialis Akbar di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin¬† (17/1).

Menurut Patrialis, tim dari Kemenkum HAM ini juga akan melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang kurang teliti dalam bekerja terkait pembuatan paspor Sony Laksono tersebut. Siapa pun pegawai Imigrasi yang terlibat dalam tindak pidana, akan diserahkan sepenuhnya ke Polri.

“Pengambilan sanksi pada beberapa orang anggota kami yang kurang teliti, hari ini dilakukan oleh tim inspektorat jenderal,” ujarnya.

Patrialis mengatakan, dirinya tidak akan menutup-nutupi siapa saja anggotanya yang terlibat dalam pembuatan paspor Sony Laksono. Meskipun saat ini belum ditemukan adanya indikasi suap namun tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi.

“Mereka nggak boleh bohong. Indikasi suap belum, tapi tidak tertutup kemungkinan. Jadi jangan dianggap saya membela lagi,” ungkapnya

Paspor aspal Sony Laksono digunakan oleh terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Tambunan, bepergian ke luar negeri, seperti ke Singapura, Macau, dan Hong Kong pada September dan Oktober 2010 lalu. Gayus yang saat itu ditahan di Mako Brimob mendapatkan  paspor itu dengan membayar ratusan juta rupiah.

Mabes Polri memeriksa enam petugas imigrasi pada 14 Januari 2011. Keenam pegawai imigrasi tersebut yakni eks kepala seksi lalu lintas Imigrasi Jakarta Timur, Zulkifli, Koordinator pendistribusian paspor Imigrasi Jakarta Timur, Dadang Suganda, eks Kasubseksi Perizinan Imigrasi Jaktim, Tri Sasongko, dan Ahmad Jefri, Agus Arifin Wicakaksono, Ketut Satria sebagai petugas Imigrasi di Bandara Soekarno Hatta.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…