Minggu, 16 Januari 2011 16:00 WIB Sragen Share :

Tertabrak kereta, nenek 75 tahun meregang nyawa

Sragen (Espos)--Nasib malang menimpa nenek berumur 75 tahun, Podi. Warga RT 4 Dukuh Nglaban, Desa Ngandul, Sumberlawang tersebut meregang nyawa, Sabtu (15/1), sekitar pukul 11.30 WIB, saat tengah menyebrang rel menuju areal persawahan di sebarang desa.

Informasi yang dihimpun dari jajaran kepolisian, Sabtu, menyebut sesaat sebelum kejadian, Podi berniat menyeberang rel menuju sawah. Usianya yang telah lanjut, membuat nenek tersebut kurang awas dalam melihat dan mendengar. Dia tidak menyadari jika Kereta Api (KA) Pandan Wangi no 810 dari arah Purwodadi ke Solo melintas.

Tubuh renta Podi pun tertabrak kereta. Saat warga sekitar yang berada di sekitar lokasi mendekat, nenek itu telah meninggal dunia. Kepala Podi dalam kondisi remuk. Sedangkan tangan kirinya patah. Jenazah korban segera dibawa ke kediamannya tak jauh dari lokasi.

Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra, melalui Kapolsek Sumberlawang, AKP Suhardi, menjelaskan korban diduga tidak menyadari ada kereta api yang melintas, sehingga dia nekat menyeberang. Hal tersebut, besar kemungkinan disebabkan usianya yang memang telah senja.

“Dugaan sementara seperti itu. Karena yang bersangkutan sudah berusia lanjut jadi pendengaran serta penglihata kurang awas. Akibatnya, dia tidak sadar kalau ada kereta yang melintas,” jelas Kapolsek, kepada Espos, Sabtu.

Sementara itu, kejadian warga tertabrak kereta api, menurut Kapolsek mulai perlu disikapi. Kejadian yang menimpa Podi, sambungnya, disebabkan karena yang bersangkutan memaksa menyeberang bukan di jalur perlintasan. Warga setempat memang biasa menyeberangi rel untuk menuju sawah, lantaran memperpendek jarak. Untuk itu, ke depan, Kapolsek meminta masyarakat lebih berhati-hati dan waspada saat menyeberang rel kereta. Sebelum menyeberang, harus dipastikan apakah ada kereta api yang akan melintas.

Imbauan senada disampaikan Camat Sumberlawang, Suharno. Dia mengatakan kecelakaan yang menimpa warga Ngandul, Sumberlawang, Sabtu, hendaknya menjadi perhatian masyarakat untuk lebih berhati-hati saat akan menyeberang rel kerata.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…