KUNJUNGAN KETUA DPR- Ketua DPR, Marzuki Alie saat berkunjung ke Griya Solopos Jl Adisucipto 190 Solo, Minggu (16/1). (FOTO:Dwi Prasetya)
Minggu, 16 Januari 2011 20:32 WIB Solo Share :

Respons Gerindra, Marzuki janjikan Rapim

KUNJUNGAN KETUA DPR- Ketua DPR, Marzuki Alie saat berkunjung ke Griya Solopos Jl Adisucipto 190 Solo, Minggu (16/1). (FOTO:Dwi Prasetya)

Solo (Espos)–Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marzuki Alie segera menggelar rapat pimpinan (Rapim) guna merespons permintaan Fraksi Partai Gerindra ihwal pembatalan rencana pembangunan gedung baru DPR.

Pernyataan itu disampaikan Marzuki saat berkunjung ke Griya Solopos Jl Adi Sudipto 190 Solo, Minggu (16/1) pagi. Kader Partai Demokrat itu disambut Pemimpin Redaksi <I>SOLOPOS<I>, Y Bayu Widagdo; Manajer Sirkulasi dan Kehumasan, Amir Tohari serta beberapa redaktur SOLOPOS.

“Saya akan bicarakan di Rapim waktu dekat ini,” ujarnya. Setelah pembicaraan di Rapim bisa saja permintaan pembatalan oleh Fraksi Gerindra masuk Badan Musyawarah (Bamus) DPR.

Lebih lanjut Marzuki meminta sikap fraksi dan legislator ihwal gedung baru disampaikan dalam forum/rapat-rapat resmi DPR. Menurut dia rencana pembangunan gedung baru merupakan bagian dari rencana strategis (Renstra) DPR lima tahun ke depan. Renstra DPR sudah melalui tahapan termasuk pengesahan dalam rapat paripurna. Saat ini Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR sudah menunjuk konsultan pembangunan gedung baru.

“Konsultan sudah ditunjuk, saya tidak tahu bagaimana membatalkan. Bila semua meminta pembatalan ya silakan saja,” imbuhnya.

Marzuki menegaskan sebelumnya tidak ada fraksi yang menolak ihwal rencana pembangunan gedung baru, dalam rapat-rapat resmi DPR. Mengenai kolam renang yang yang masuk desain gedung baru, merupakan upaya pemanfaatan tempat penampungan air untuk antisipasi kebakaran. Dengan penambahan sedikit biaya, menurut dia, kolam penampungan air bisa berfungsi ganda sebagai kolam renang. Kolam renang merupakan trek olahraga yang belum ada di Senayan yang notabene kawasan olahraga.

Marzuki mengaku siap menjadi tak populis dan berhadapan dengan media terkait sikap dan pandangannya. Namun dia meyakinkan tujuannya murni supaya lembaga DPR menjadi lebih baik.

“Kolam penampungan air merupakan standar safety di mana pun. Bila tidak dimanfaatkan (menjadi kolam renang-red) mubazir. Sebagai kawasan olahraga, semua fasilitas ada, kolam renang yang belum ada. Kewajiban pimpinan menyediakan fasilitas seperti kolam renang,” papar dia. Marzuki mengklaim selalu mendasarkan logika dalam bersikap. Untuk itu dia siap berdiskuasi dengan siapa pun mengenai situasi dan arah pembangunan negeri ini.

Menjawab pertanyaan Pemimpin Redaksi (Pemred) SOLOPOS, Y Bayu Widagdo ihwal kredibilitas legislator untuk mengimbangi pengembangan sistem dan fasilitas, Marzuki menilai itu tanggung jawab pimpinan partai politik (Parpol). Mulai dari sistem rekrutmen hingga pembinaan kader sebagai calon wakil rakyat. Lebih lanjut Marzuki menyayangkan arah pemberitaan media di Tanah Air. Menurut dia media dikuasai kapitalis/pemodal kuat sehingga fungsi media tidak bisa berjalan 100 persen.

Marzuki menuding media massa selalu berkutat pada fakta berita yang “penting” dan “menarik”. Sayangnya media melihat unsur menarik berita selalu mengandung unsur provokatif. Lebih lanjut dia berharap media massa bisa menjadi pencerah bagi masyarakat. Sebab media sangat berperan dalam pembentukan opini publik atau masyarakat mengenai topik bahasan tertentu. Marzuki mengakui kepercayaan publik terhadap lembaga DPR begitu rendah. Dia menargetkan kepercayaan publik bisa mencapai 50 persen tahun 2014 dengan penataan kelembagaan DPR supaya lebih kredibel.

kur

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…