Minggu, 16 Januari 2011 20:51 WIB Sukoharjo Share :

Polisi periksa lima saksi terkait penemuan mayat di Pabelan

Sukoharjo (Espos)–Jajaran kepolisian Sukoharjo telah memeriksa sekitar lima saksi terkait kasus penemuan mayat wanita di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo,  Jumat (14/1) malam. Sementara hasil forensik sementara menduga mayat itu adalah korban pembunuhan.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL melalui Kasareskrim Polres Sukoharjo, AKP Sukiyono, mengatakan, pihaknya belum menyimpulkan penyebab tewasnya korban itu. Dia akan memberi kesimpulan jika hasil tes forensik diterima pihaknya. “Belum ada kesimpulan. Hasil itu diminta dulu baru diberikan oleh laboratorium forensik. Sementara kami periksa sekitar lima saksi,” katanya saat dihubungi, Minggu (16/1).

Dia mengatakan permintaan akan hasil tes forensik itu telah dikirim oleh jajaran Polsek Kartasura. Namun sampai Minggu siang, Sukiyono mengaku belum menerima hasil tes itu. “Kartasura (Polsek Kartasura-red) sudah mengirim permintaan, tapi belum,” jelasnya.

Sukiyono menjelaskan identitas korban tersebut juga belum diketahui. Namun, sebelumnya jajaran Polsek Kartasura telah merilis ciri-ciri korban.

Terpisah, salah satu petugas Laboratorium Forensik Solo, Darsono, menjelaskan, pihaknya tlah mengotoupsi mayat tersebut pada Sabtu (15/1) sekitar pukul 05.00WIB. Dia menerangkan tulang iga bagian kiri pada tubuh korban mengalami patah dan retak. “Lima sampai tujuh tulang iga kiri korban patah dan retak. Ada juga luka lebam di bagian leher,” bebernya saat dihubungi, Minggu siang.

Dia belum menyampaikan kesimpulan mengenai hasil forensik itu. Tapi, dia berpendapat luka lebam pada leher itu dapat dijadikan acuan untuk menduga mayat adalah korban pembunuhan. “Kelihatannya pembunuhan, tidak tahu dicekek atau dipukul dulu pada tulang iganya,” terangnya.

ovi

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…