Minggu, 16 Januari 2011 21:43 WIB Solo Share :

PKL kembali merebak di Gladak-Alun-alun Lor

Solo (Espos)–Pedagang kaki lima (PKL) dan oprokan kembali merebak di kawasan Gladak tepatnya di Jl Pakubuwono, Minggu (16/1) siang.

Berdasar pengamatan <I>Espos<I> jumlah PKL mencapai belasan orang. Sebagian besar dari mereka beranggapan dibolehkan berjualan di jalan saat hari Minggu atau hari libur lain. Seperti diungkapkan Giyarto, 35, pedagang wedang ronde asal Weru, Sukoharjo, saat ditemui Espos di sela-sela berjualan.

“Saat hari libur memang dibolehkan berjualan. Tapi Cuma sampai pukul 16.00 WIB, setelah itu ada petugas yang berjaga,” ujarnya.

Dia mengaku telah dua tahun berjualan di kaki lima di Kota Solo, tidak hanya di kawasan Gladak. Omzet yang diperolehnya tiap hari Rp 200.000/hari. Giyarto berharap mendapat kebebasan berjualan di jalan-jalan Kota Bengawan saat hari libur. “Saat hari biasa tidak bebas berjualan tidak apa-apa. Tapi hari libur semoga dibolehkan berjualan,” imbuhnya. Penuturan senada disampaikan Sudarsono, 66, pedagang bakso asal Gunung Kidul yang telah tinggal di Solo sejak 1998.

Laki-laki murah senyum itu mengakui tidak pernah ditarik biaya retribusi saat berjualan di kawasan Gladak. Dia nekat berjualan lantaran banyak pedagang lain yang juga mencari nafkah di pinggir jalan. PKL biasanya menggelar tikar di trotoar jalan untuk tempat makan para pembeli. Begitu juga pedagang <I>oprokan<I> penjaja suvenir meletakan dagangan mereka di trotoar jalan. Kendati tidak menutup trotoar jalan namun tetap mengganggu pengguna jalan.

“Namanya trotoar dibuat tempat berjualan pasti mengurangi fungsinya. Bila tidak ditertibkan bisa saja trotoar tertutup dan jalan berkurang,” ujar Hafid seorang pengguna jalan.

Pada bagian lain Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagiyo menegaskan kawasan Gladak “haram” bagi PKL. Termasuk saat hari Minggu atau hari libur nasional. Mengenai merebaknya PKL di kawasan Gladak mantan Kepala Satpol PP dan Camat Jebres itu siap melakukan penertiban. Dia menegaskan asumsi PKL bahwa dibolehkan berjualan pada hari Minggu dan hari libur, tidak benar.

“Kawasan Gladak daerah bebas PKL, kami akan lakukan penertiban dalam waktu dekat,” tegasnya.

kur

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…