Minggu, 16 Januari 2011 23:20 WIB Solo Share :

Pemkot lanjutkan revitalisasi kawasan Sriwedari

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal melanjutkan proyek revitalisasi terhadap kawasan Sriwedari Solo. Setelah pelataran Taman Sriwedari selesai dibangun dan diresmikan pada malam pergantian tahun, Sabtu (31/12) lalu, pembangunan di kawasan itu akan dilanjutkan dengan merombak bagian barat Taman Sriwedari untuk dijadikan taman kota.

Demikian ditegaskan Walikota Solo, Joko Widodo ketika ditemui wartawan di sela-sela Car Free Day atau Hari Bebas dari Kendaraan Bermotor di Jl Slamet Riyadi Solo, Minggu (16/1).

“Nanti pembangunan akan dilakukan dengan merombak bagian barat Taman Sriwedari untuk diperluas sebagai kawasan terbuka atau ruang publik bagi masyarakat dan juga hutan kota,” ujar Walikota.

Dijelaskan dia, perombakan itu nantinya termasuk meratakan kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) yang akan dipindah ke gedung baru Sekretariat Daerah (Setda) Solo di Kompleks Balaikota setempat, yang belum lama ini selesai dibangun.

Menurut Walikota, kawasan Sriwedari dianggap sebagai salah satu kawasan strategis untuk menjadi ruang publik di tengah kota. Selain Sriwedari, Walikota menyebutkan tahun ini Pemkot juga menambah ruang publik di sekitar Gladak. Kawasan itu nantinya diharapkan juga mampu menjadi titik-titik untuk dijadikan sebuah ruang publik bagi masyarakat.

“Dengan titik-titik tersebut, masyarakat diharapkan dapat menggunakannya sebagai sarana untuk berinteraksi antarwarga maupun sebagai tempat untuk menampilkan potensi wilayahnya masing-masing,” terang Walikota.

Lebih lanjut Walikota mengatakan terkait rencana revitalisasi lanjutan itu, pihaknya tahun 2011 ini juga akan mengadakan lomba membuat desain untuk penataan kawasan Sriwedari tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Yob S Nugroho mengemukakan pembangunan Pelataran Sriwedari merupakan langkah Pemkot dalam mengembalikan fungsi Sriwedari sebagai ruang publik.

Perbaikan di halaman berukuran 8 m x 20 m di depan pintu gerbang masuk THR Sriwedari itu meliputi perbaikan pintu gapura dan pengadaan selasar dan diharapkan dapat mempercantik etalase kota. Pelataran Sriwedari juga dilengkapi dengan ruang panggung yang akan digunakan oleh masyarakat secara bebas.

“Jadi, masyarakat yang ingin memanfaatkan panggung tersebut untuk pertunjukan atau teater diperkenankan. Namun, mereka nantinya harus memperoleh izin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” terangnya.

sry

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….