Minggu, 16 Januari 2011 12:18 WIB News Share :

Dikeruk 8 jam lebih, jalan Magelang-Yogya berhasil dibuka kembali

Magelang –– Setelah sempat ditutup semalam akibat banjir lahar dingin, akhirnya Jalan Raya Magelang-Yogyakarta di Km 23 berhasil dibuka kembali. Namun arus lalu lintas masih tersendat.

Pantauan detikcom, arus lalu lintas dari arah Semarang menuju ke Yogyakarta bisa melewati kembali jalan raya Magelang-Jogjakarta namun masih padat merayap. Jalan berhasil dibuka setelah petugas Bina Marga beserta Satlantas Polres Magelang menurunkan tiga buah alat berat untuk mengeruk material lahar dingin yang menimbun jalan Raya Magelang-Yogyakarta semalam.

Tiga alat berat ini bekerja selama kurang lebih delapan jam lebih untuk melakukan pengerukan material yang membentuk aliran sungai yang melintasi jalan Raya Magelang-Yogyakarta dengan ketebalan lebih dari 50 sentimeter dengan lebar 100 meter.

Namun, sisa-sisa material pengerukan sampai saat ini masih menggunung di tepi jalan. Untuk itu, bagi para pengguna kendaraan agar lebih berhati-hati karena di sepanjang jalan raya Magelang-Jogjakarta selain material pasir dan lumpur, aliran air dari Kali Putih masih mengalir hampir separoh jalan lebih.

Terutama di bekas timbunan material banjir lahar dingin yang membentuk aliran sungai seperti pada masa tahun 1940-an. Pasalnya, separuh jalan aspalnya sudah tergerus oleh terjangan banjir lahar dingin untuk yang keempat kalinya ini.

Purwanto (45) warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, menyatakan banjir yang terjadi semalam terhitung masih kecil karena sudah dilakukan normalisasi Kali Putih paska banjir yang ketiga kalinya pada Minggu (09/01/2011) yang terbesar.

“Semalam banjir hanya air, lumpur dan kerikil sehingga tidak begitu lama menutup jalan Raya Magelang-Yogyakarta,” tegas Purwanto.

Budi Santoso (55) petugas pengawas lapangan Bina Marga menyatakan tergerusnya aspal yang sudah separu jalan raya Magelang-Yogyakarta Km 23 itu akibat hantaman keras batu-batu serta gerusan banjir lahar dingin.

Selain itu, ditambah lagi dengan normalisasi Kali Putih yang belum selesai kemudian datang banjir lahar dingin kembali yang sempat menjebolkan talud sepanjang kurang lebih 20 meter yang belum permanen.

“Talud belum permanen hanya dari tumpukan batu dan pasir sehngga karena semalam arus banjir terhitung tinggi maka talud jebol dan bocor mengakibatkan meluapnya Kali Putih,” tegas Budi.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…