Sabtu, 15 Januari 2011 16:36 WIB Solo Share :

Warga Silir ekspor kunir ke Vietnam dan Prancis

Solo (Espos)–Warga Silir yang masuk dalam pembinaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar Ridho siap mengekspor kunir kering ke Vietnam dan Prancis, Selasa depan.

Ketua PKBM Ar Ridho, Sarjoko saat ditemui wartawan di rumahnya di RT 4/ RW VII Kentheng Silir, Semanggi, Pasar Kliwon, mengatakan kunir kering tersebut hasil olahan mantan PSK yang telah dibina oleh PKBM tersebut.

“Ada 25 mantan PSK yang memasok bahan baku kunir dari daerah mereka masing-masing,” katanya, Sabtu (15/1).

Sarjoko menceritakan usaha ekonomi tersebut bertujuan untuk mengangkat perekonomian warga Silir khususnya PSK dan mantan PSK. Sehari-hari warga di daerah itu dan beberapa mantan PSK tersebut bekerja serabutan, seperti pemulung dan buruh kasar.

“Saat ini mereka masih tahap menyediakan bahan baku kunir, tapi cita-cita saya ke depan,   mereka tidak hanya buruh, tapi bisa jadi pengusaha,” ujar Sarjoko. Di sekitar rumahnya, PKBM Ar Ridho bekerjasama dengan donator telah membangun pemanggang ukuran besar untuk mengeringkan kunir. Setiap hari, dua ton kunir mampu dikeringkan. “Percobaan awal kami satu bulan terkumpul 10 ton. Target kami bisa sekali ekspor 10 ton per pekan,”paparnya.

aha

lowongan pekerjaan
PT. SARANA SURAKARTA VENTURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…