Sabtu, 15 Januari 2011 05:01 WIB Sragen Share :

Jalan 3,6 km menuju objek wisata di Kecik rusak

Sragen (Espos)–Akses jalan menuju objek wisata ziarah ke Makam Pangeran Sukowati sepanjang 3,6 kilometer (km) di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen rusak parah.

Aspal di jalan tersebut mengeluas dan sejumlah titik jalan berlubang dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter (sm). Lantaran kondisi tersebut, masyarakat desa setempat mengajukan usulan perbaikan jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen. Sebagai langkah awal, usulan tersebut dimasukkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah desa (RPJM-Des) Kecik.

Kepala Desa (Kades) Kecik, Suwandi menjelaskan kondisi jalan antarkecamatan yang masuk dalam wilayah kewenangannya memang rusak. Kerusakan, kata dia, selain disebabkan usia jalan yang memang sudah saatnya diperbaiki, juga lantaran jalan tersebut kerap dilalui kendaraan bermotor. Jalur antara Pilangan-Makam Sukowati tersebut selama ini dikenal menjadi jalur utama menuju objek wisata Makam Pangeran Sukowati.

“Pengunjung makam sangat banyak, terutama pada Jumat Legi. Kalau jalan jelek seperti itu, tentu sangat menggangu. Karenanya kami usulkan perbaikan lewat DPU Sragen. Selain jalan menuju objek wisata, itu juga jalan antardesa dan antarkecamatan,” kata Suwandi, kepada Espos, Jumat (14/1).

Menurut perkiraan Suwandi, sekitar 50% dari total jalan sepanjang 3,6 km dalam kondisi rusak. Pihaknya berharap, perbaikan bisa dilakukan penyeluruh di seluruh panjang jalan. Namun, mengingat kondisi keuangan daerah yang terbatas, Suwandi menyadari hal tersebut barangkali sulit dipenuhi. Untuk itu, masyarakat menyerahkan DPU apakah perbaikan akan dilakukan menyeluruh atau hanya tambal sulam. “Terserah DPU nanti keputusannya bagaimana. Tambal sulam atau total. Yang pasti kami harap segera ada tindak lanjutnya,” tegas dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kecik, Suripto menimpali kerusakan jalan menyulitkan para pengguna jalan, bahkan sampai menimbulkan kecelakaan. Pasalnya, kerusakan jalan terjadi persis di tengah badan jalan. Kondisi kian parah saat terjadi hujan deras, dimana bagian jalan yang berlubang tergenang air. Selama ini, dia menyebut masyarakat telah berupaya mengurangi resiko buruk atas kerusakan jalan itu dengan menutup lubang jalan menggunakan tanah. Namun, upaya itu dipastikan tidak maksimal karena kerusakan jalan semakin parah.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…