Sabtu, 15 Januari 2011 13:59 WIB Sragen Share :

Diterjang angin dan ombak, puluhan karamba WKO rusak

Sragen (Espos)--Angin kencang yang disertai gelombang air alias ombak setinggi 2 meter di Waduk Kedung Ombo (WKO) membuat puluhan keramba di waduk tersebut rusak.

Petani karamba di Dukuh Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang misalnya mengaku 40% dari total 40-an keramba milik mereka rusak diterjang ombak dan angin kencang. Selain merusak karamba, angin dan gelombang air di permukaan WKO setinggi 1 meter sampai 2 meter tersebut juga membuat sejumlah besar ikan lepas dari karamba.

Petani karamba Dukuh Ngasinan, Suladi mengatakan kerusakan 40% karamba tersebut disebabkan angin kencang dan ombak besar yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Menurut dia, petani tidak berdaya menyelamatkan karamba karena kondisi alam yang tidak mendukung. “Angin kencang dan gelombang air yang tinggi membuat kami merugi. Kalau kami perhitungkan, kerugian kami bisa mencapai jutaan rupiah akibat kejadian itu. Kami juga sekarang lebih hati-hati kalau mau ke tengah. Mengunggu cuaca membaik,” jelas Suladi, kepada wartawan, Sabtu (15/1).

Sementara Camat Sumberlawang, Suharno mengakui ada kemungkinan karamba rusak mengingat telah terjadi angin kencang disertai gelombang air tinggi dalam beberapa hari terakhir. Namun, sejauh ini, dia mengaku belum menerima laporan. Suharno memastikan akan mengecek ke lapangan dan segera melaporkan kondisi kerusakan di lapangan ke Dinas Peternakan dan Perikanan Sragen.

Di sisi lain Kepala Badan Kesbangpolinmas Sragen, Wangsit Sukono meminta para petani karamba dan pencari ikan yang beraktivitas di kawasan WKO berhati-hati. Pasalnya, angin kencang dan gelombang air yang tinggi rawan menimbulkan korban jiwa. Ia menambahkan jika kondisi alam buruk, sebaiknya aktivitas sementara ditiadakan.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…