Sabtu, 15 Januari 2011 09:35 WIB News Share :

Belum ada penambahan pasukan meski pos TNI di Merauke sempat diserang

Jakarta–Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) TNI di Kabupaten Merauke, Papua, diserang sekelompok orang tidak dikenal. Meski begitu, belum ada permintaan penambahan pasukan di wilayah ini.

“Hingga kini belum ada permintaan penambahan pasukan dari Mabes TNI,” ujar Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Wiryantoro saat dihubungi, Sabtu (15/1).

Wiryantoro menjelaskan, keinginan penambahan pasukan adalah wewenang Mabes TNI. Pihaknya hanya mempersiapkan jika sewaktu-waktu permintaan itu datang. “Kita tinggal menyiapkan saja jika ada permintaan,” lanjut Wiryantoro.

Pasukan penjaga perbatasan yang diserang berasal dari Batalyon Infanteri (Yonif) 132 Komando Pelaksana Operasi Korem (Kolakopsrem) 174/XVII atau disebut Pos Nasem. Penyerangan ini berawal saat anggota TNI sedang melakukan kegiatan pembersihan serta persiapan patroli sekitar pukul 05.45 WIT. Tiba-tiba saja, datang tiga orang dengan menenteng senjata langsung menyerbu.

Kedua kubu akhirnya saling serang. Akibatnya Pratu Sukirman mengalami luka di bahu dan pinggang akibat terjangan anak panah. Sedangkan dari kelompok penyerang, ada dua yang tewas dan seorang lagi tertangkap.

Hasil penyelidikan sementara, dua yang tewas itu bernama Amandius Basik-basik dan Klemans Basik-basik. Sedangkan yang tertangkap adalah William Basik-basik.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…