Sabtu, 15 Januari 2011 10:37 WIB News Share :

Amien desak Presiden SBY turun tangan kasus Gayus

Semarang (Espos)–Mantan Ketua MPR, Amien Rais mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan guna menuntaskan penanganan kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

“Presiden SBY tak perlu ragu-ragu (turun tangan-red) kasus Gayus,” katanya ketika ditemui wartawan seusai menghadiri pelantikan pengurus DPW PAN Jateng 2010-2015 di Semarang, Jumat (14/1).

Tanpa adanya campur tangan dari Presiden sambung ia, penanganan kasus mafia pajak Gayus tak akan tuntas, karena melibatkan petinggi-petinggi negara. Presiden selaku kepala negara dan pemerintahan bisa memerintah kepada Jaksa Agung dan Kapolri untuk tegas dengan memeriksa semua pihak terlibat, termasuk dari kalangan petinggi Kejaksaan Agung  (Kejagung) dan Polri. “Tanpa campur tangan dari Presiden saya pesimis kasus Gayus dapat tuntas. Paling hanya menyeret pelaku kelas teri seperti Gayus,” tandasnya.

Menanggapi bila kasus Gayus diungkap tuntas akan menimbulkan gonjang-ganjing di tubuh pemerintah, Amien menyatakan tak masalah.
“Kalau sampai terjadi gonjang-ganjing di pemerintah paling tiga bulan sudah reda. Tapi permasalahan mafia pajak Gayus selesai tuntas,” kata Ketua Majelis Pertimbangan DPP PAN ini.

Amien menambahkan kasus Gayus sebenarnya sudah jelas faktanya, karena dalam persidangan Gayus telah mengungkapkan secara terbuka pihak-pihak yang terlibat mafia pajak. Pendiri PAN ini mengibaratkan sekarang ini aparat kepolisian, kejaksaan, Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK), dan pemerintah sedang diuji nyalinya. “Tinggal berani atau tidak untuk mengungkapnya secara tuntas. Ini perlu campur tangan Presiden,” ujarnya.

oto

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…