DIRAMPOK—Sopir Toyota Innova, Parjimin (kanan) saat diperiksa petugas Polsek Cepogo, Boyolali, Jumat (14/1), setelah mobil yang dibawanya dirampok orang yang menyaru sebagai penyewa mobil. (FOTO: Espos/Ahmad Mufid Aryono)
Jumat, 14 Januari 2011 17:34 WIB Boyolali Share :

Mobil rental dirampok, sopir dibuang

DIRAMPOK—Sopir Toyota Innova, Parjimin (kanan) saat diperiksa petugas Polsek Cepogo, Boyolali, Jumat (14/1), setelah mobil yang dibawanya dirampok orang yang menyaru sebagai penyewa mobil. (FOTO: Espos/Ahmad Mufid Aryono)

Boyolali (Espos)--Menyaru sebagai penyewa mobil, kawanan perampok yang berjumlah empat orang membawa kabur Toyota Innova Nopol AB 1306 LE yang disopiri Parjimin, 36, warga Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Bahkan, sopir sempat disekap dan diikat dengan tali lalu dibuang di jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Winong, Boyolali, Jumat (14/1) dinihari.

Sopir mobil Parjimin, menjelaskan pada Jumat (13/1) malam sekitar pukul 19.30 WIB, dirinya diminta mengantar seorang perempuan dari Yogyakarta menuju Semarang untuk merias pengantin.

“Namun setelah sampai di Semarang, penumpang itu mengaku tidak menemukan alamat yang dituju. Saat itu saya sudah berada di sekitar Terminal Mangkang. Kemudian, penumpang itu meminta diantarkan ke Boyolali untuk menagih uang merias pengantin,” ujarnya kepada wartawan di Mapolsek Cepogo, Jumat.

Parjimin mengatakan sebelum ke Boyolali, dirinya sempat diajak makan oleh penyewa. Setelah itu, ada tiga orang laki-laki yang diaku penyewa merupakan keluarganya untuk ikut dalam satu mobil.

Sesampai di Boyolali, jelas Parjimin, penyewa itu mengaku lupa lokasi di Boyolali. Saat berada di sebelah timur SPBU Jelok, Cepogo, dirinya diminta berhenti. Saat akan menghentikan laju mobil, tiba-tiba ketiga penumpang itu menyekap dirinya dengan menodongkan pisau ke tubuhnya.

“Saat itu, saya sempat melawan, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya saya pasrah. Saat itu saya sudah diikat dan sempat diajak putar-putar,” jelas Parjimin, sambil menunjukkan luka memar di leher akibat sekapan tiga orang penumpang.
Menurut Parjimin, dirinya kemudian dibuang di jalan sekitar TPA Winong.

Selain mobil, menurut Parjimin, dompet yang berisi uang dan sejumlah perlengkapan penting serta HP juga ikut dirampas oleh para penyewa tersebut.

Parjimin mengatakan dirinya ditemukan penduduk sekitar pukul 02.30 WIB, setelah berusaha merangkak dari lokasi pembuangan untuk mencari bantuan. Warga yang mengetahui kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Cepogo.
Terpisah, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Cepogo AKP Bambang Rusito M mengatakan saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan petugas.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…