Jumat, 14 Januari 2011 20:41 WIB News Share :

Korban Merapi tagih Jadup dari pemerintah

Sleman–Warga korban bencana erupsi Gunung Merapi asal Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menagih janji pemerintah yang akan memberikan bantuan jatah hidup senilai Rp5.000 per jiwa per hari yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Kami sampai saat ini belum menerima bantuan jatah hidup (Jadup) sesuai yang pernah dijanjikan pemerintah dulu,” kata wakil warga Dusun Manggong, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Banu Hartoyo, Jumat (14/1).

Menurut dia, hampir 90 persen warga saat ini sangat membutuhkan uang tunai untuk kelanjutan hidup mereka dan membangun masa depan.

“Kalau dana pengganti sapi itu harus dibelikan sapi, lantas mau ditaruh dimana, kami sudah tidak memiliki rumah dan kampung juga mustahil bisa dibangun lagi karena sudah jadi jalur lahar, pemerintah seharusnya mengerti dengan kondisi kami ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, pencairan dana yang sudah dijanjikan pemerintah tersebut, juga semakin tidak ada kejelasan.

“Bahkan untuk warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang juga menjadi korban erupsi Gunung Merapi yang sudah mendapatkan sapi tersebut, kini juga dijual kembali. Ini diakibatkan kebutuhan warga ialah uang tunai untuk kebutuhan lain,” paparnya.

Banu mengatakan, sebagian warga korban Merapi ini sekarang ingin membangun rumah agar bisa menata kehidupan untuk esok.

“Saat ini ‘shelter’ belum jadi dan kami hanya terkatung-katung tidak menentu,” katanya, mengeluh.

Ia mengemukakan, saat ini sebagian warga juga sudah tidak memiliki penghasilan, program padat karya yang pernah digulirkan kini sudah selesai.

“Pasir di dusun kami ini juga masih mentah, berbeda dengan pasir yang ada di bawah yang sudah bisa langsung ditambang. Kami berharap agar pemerintah mempertimbangkan kembali dana pengganti sapi mati tersebut, atau segera memcairkan dana bantuan Jadup,” katanya, berharap.

Ant

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…