Jumat, 14 Januari 2011 07:36 WIB Sport Share :

Korban jatuh, Sainz dilanda sial

Buenos Aires–Reli Dakar kembali menelan korban ketika seorang pelintas tewas akibat bertabrakan dengan peserta reli. Di lomba, Nasser Al-Attiyah membuka peluang juara karena Carlos Sainz mengalami nasib sial.

Peristiwa nahas terjadi pada Kamis (13/1) dinihari waktu setempat. Saat itu, mobil Toyota Hilux yang dikendarai pereli Argentina, Eduardo Amor, bertabrakan dengan kendaraan seorang warga.

Dilaporkan oleh kantor berita Diario y Noticias seperti diwartakan detikSport, Jumat (14/1), warga tersebut yang diidentifikasi sebagai Marcelo Reales ,42, tewas. Sementara Amor yang tengah merampungkan etape ke-10 yang seharusnya sudah selesai pada Rabu (12/1) tidak apa-apa.

Sementara dalam penyelenggaraan etape ke-11 yang menempuh jarak 523 kilometer antara Chilecito hingga San Juan di Argentina, Jumat (14/1) dinihari WIB, Al-Attiyah yang membela tim Volkswagen tampil sebagai pemenang.

Al-Attiyah yang berkebangsaan Qatar mencatat waktu empat jam 17 menit 27 detik. Ia unggul atas Stephane Peterhansel (BMW) yang finis 1 menit 13 detik di belakangnya.

Sukses Al-Attiyah turut terdorong oleh kesialan yang menimpa Sainz. Juara bertahan reli itu mengalami patah suspensi di kilometer 410 dan butuh waktu lebih dari 1 jam untuk memperbaikinya.

Dengan reli tinggal menyisakan dua hari, Al-Attiyah saat ini memimpin klasemen kelas mobil dengan catatan waktu 14 jam 16 menit 1 detik, unggul 51 menit 49 detik atas Giniel De Villers.

Sainz saat ini masih berada di posisi ketiga dengan defisit 1 jam 27 menit 27 detik dari Al-Attiyah. Secara realistis, peluang Sainz untuk memenangi reli tahun ini sudah habis.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…