Jumat, 14 Januari 2011 18:30 WIB Sragen Share :

Jalan rusak, warga tanami pohon pisang dan ancam Golput

Sragen (Espos)–Ratusan warga di empat kampung di Kelurahan Karang Tengah, Sragen mengancam bakal memilih bersikap menjadi golongan putih (Golput) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maret mendatang, jika pemerintah tidak segera memperbaiki jalan yang rusak selama tiga tahun. Mereka menanam pohon pisang dan memajang poster sebagai wujud protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jumat (14/1).

Aksi penanaman pohon dilakukan sejumlah warga di depan rumah mereka masing-maisng. Sebagian ada yang berkelompok dengan menunjukkan poster protes. Pohon pisang ditanam di jalan sepanjang satu kilometer lebih.

Tokoh masyarakat setempat, Harso, 59, saat ditemui wartawan, mengungkapkan jalan kampung ini semula merupakan jalan desa yang sempat dibangun secara swadaya sejak tahun 1990-an. Setelah Pemkab Sragen menetapkan Karang Tengah sebagai kelurahan, kata dia, maka status jalan ini menjadi milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen dengan nama Jl Sundoro.

“Karena menjadi tanggung jawab Pemkab mestinya kerusakan jalan menjadi perhatian utama. Kami sudah mengusulkan perbaikan jalan ini melalui forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Namun usulan sebanyak tujuh kali belum pernah direalisasi. Saking kesalnya, warga dengan inisiatif sendiri memrotes kebijakan pemerintah yang tidak perhatian itu dengan menanam pohon pisang,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat lainnya, Edi Sunarto menambahkan jalan sepanjang satu kilometer ini juga pernah masuk dalam usulan rencana pembangunan jangka menengah keluarahan (RPJMK) tahun 2011. Dalam dokumen tersebut, paparnya, jalan ini bakal dibetonisasi dengan usulan anggaran senilai Rp 1 miliar.

“Kami menuntut Pemkab harus mengalokasikan anggaran pembangunan jalan di Karang Tengah senilai Rp 1 miliar di tahun ini. Jika usulan itu tidak direspon, maka warga di Karang Tengah, khsusunya di empat kampung yakni Klitik, Krisan, Karang Tengah dan Karangasem mengancam bakal Golput pada Pilkada mendatang. Jumlah kepala keluarga (KK) di empat kampung ini sekitar 300 KK atau setara dengan 1.200 pemilih,” tandasnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…