Jumat, 14 Januari 2011 20:27 WIB News Share :

Gubernur tanggung jawab, 22.000 beras impor tak rugikan petani

Semarang (Espos)–Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan siap bertanggungjawab bahwa masuknya 22.000 ton beras impor di provinsi ini tak akan merugikan para petani.

“Saya akan tanggung jawab. Masuknya beras impor ke Jateng tak akan menggangu harga dan menurunkan pembelian beras ke petani,” katanya kepada wartawan di Semarang, Jumat (14/1).

Pasalanya beras impor itu hanya untuk cadangan pangan mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim yang dikhawatirkan bisa menggangu ketersediaan beras.

“Beras impor yang mengelola Perum Bulog, untuk cadangan pangan,” imbuhnya.

Menurut Gubernur impor beras merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus melaksanakan kebijakn itu.

“Jateng kan bagian dari NKRI, jadi ya mengikuti kebijakan pusat,” tandas mantan Pangdam IV/Diponegoro ini.

Untuk kebutuhan beras di Jateng sendiri sambung Bibit, sebenarnya tak perlu adanya beras impor, karena mulai Februari sampai Maret 2011 sejumlah daerah memasuki panen raya.

Panen padi raya itu diperkirakan akan menghasilkan beras sebanyak 2,3 juta ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras Jateng yang setiap bulannya sebanyak 670.000 ton.

“Masih ada surplus beras sebanyak 1,6 juta ton. Ini angka dari hasil panen raya yang disampaikan para kepala daerah,” ujar Gubernur.

Terpisah Asisten Perekonomian Pemprov Jateng Sriyadhi menyatakan surplus beras 1,6 juta ton masih merupakan hitungan kasar, belum dikurangi dengan beras yang dijual ke luar provinsi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, beras premium dari Jateng dijual ke kota-kota besar di luar provinsi misalnya DKI Jakarta. Rata-rata setiap setiap hari antara 5.000 ton sampai 6.000 ton.

“Pengiriman beras melalui transportasi laut antara 4.000 ton sampai 4.500 ton, sedang dikirim melalui darat antara 1.000 ton hingga 1.500 ton. Sehingga rata-rata sebulan sebanyak 150.000 ton,” papar dia.

oto

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…