Kamis, 13 Januari 2011 02:23 WIB Solo Share :

Teror buat gerah penghuni Kentingan Baru

Solo (Espos)–Situasi Kentingan Baru, Jebres, memanas menyusul beredarnya teror pembakaran tempat ibadah dan pembunuhan, Rabu (12/1) pagi.

Ketua pengurus tempat ibadah di Kentingan Baru, Ismail dan Masyarakat Anti Relokasi (Mas Arel) mengungkapkan adanya ancaman melalui pesan singkat (short messages service) dari nomor yang belum teridentifikasi. Pesan singkat itu diterima salah seorang penghuni lahan, Edy dan Sekjen LSABAS, Lilik Paryanto Kamis (6/1) pekan lalu. Dua orang itu lantas memberitahu penghuni lain di Kentingan Baru dan pengurus tempat ibadah.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi itu penghuni lahan bersama pengurus tempat ibadah melakukan ronda setiap malam. Selain itu penghuni lahan dan pengurus tempat ibadah melaporkan ancaman itu kepada Polsek Jebres. “Kami sudah berikan nomor ponsel pengirim teror via SMS kepada polisi. Untuk antisipasi terjadinya gesekan beberapa polisi patroli dan intel memantau Kentingan Baru sejak Rabu pagi,” ujar Ismail diamini Mas Arel saat ditemui Espos.

Ismail menuturkan pengirim SMS teror menyatakan akan membakar tempat ibadah bila tetap berdiri di lahan sengketa itu. Sedangkan Ketua Mas Arel, Marsono mengklaim mendapat dukungan 100-an kepala keluarga (KK) Kentingan Baru. Dia mendesak pihak berwenang memasang kembali plakat sengketa yang sebelumnya memang dipasang di belakang rumah Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru, Wiwik Tri Setyoningsih. “Wiwik pembohong. Dulu dia yang selalu meminta warga supaya bertahan. Tapi sekarang sikapnya berbalik,” keluhnya.

Selain ancaman pembakaran tempat ibadah Mas Arel juga berjaga-jaga di titik-titik yang dipasangi spanduk penolakan relokasi. Pasalnya beredar informasi akan ada pencopotan/penurunan spanduk.

Secara terpisah, Wiwik Tri Setyoningsih menyatakan pihaknya tidak mengirim pesan singkat berbau teror kepada penghuni lahan yang tidak ingin pindah dan pengurus tempat ibadah. Perempuan paruh baya itu justru mengungkapkan adanya beberapa SMS ancaman pembunuhan dari nomor ponsel yang belum teridentifikasi.

Hanya saja dia belum melaporkan teror tersebut kepada polisi. Pesan singkat itu berisi ancaman pembunuhan bila Wiwik membiarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan pengukuran dan pematokan tanah (rekontruksi). Sementara Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan hanya akan mengurus penghuni Kentingan Baru yang ingin pindah.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…