Kamis, 13 Januari 2011 11:46 WIB News Share :

Tempuh 12 jam, Wakil Bupati Alor minta maaf ke warga Cipadung

Bandung--Wakil Bupati Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT), Jusran M Tahir memohon maaf atas insiden perusakan dan penganiayaan keluarga Haji Odang warga Cipadung.

Ia menempuh perjalanan selama 12 jam ke Bandung untuk bisa bertemu dengan warga dan aparat pemerintahan setempat. “Saat kejadian, saya sedang monitoring bencana di Alor. Saat saya pulang ke rumah langsung tidur. Saat malam terbangun, lalu melihat di hp saya ada 3 panggilan dan 3 sms dari sekretaris. Lalu saya telepon balik, dia mengatakan ada kejadian di Bandung,” ujarnya.

Hal tersebut diutarakan Jusran di hadapan seratusan warga Cipadung, Jalan Manisi, Kecamatan Panyileukan, Kamis (13/1). Hadir juga dalam pertemuan tersebut Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda dan Camat setempat.

Setelah mendapat instruksi dari Bupati, ia segera berangkat ke Bandung. “Dari Alor saya ke Kupang, dari Kupang ke Jakarta. Di Jakarta saya bertemu teman-teman (warga NTT) dan mereka meminta untuk meminta maaf. Saya harap bisa bertemu camat saja sudah gembira, namun ternyata seperti durian runtuh, saya bisa bertemu dengan Wakil Wali Kota,” tuturnya.

Di hadapan warga, keluarga korban, dan aparat pemerintahan Kota Bandung Jusran beberapa kali melontarkan kata maaf. “Bapak Wakil Wali Kota berhati besar, dia bilang apapun yang telah terjadi kita saudara. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa kecuali kami memang bersalah, kami minta maaf secara mendalam, baik pribadi maupun pemerintahan minta maaf. Semuanya yang ada di sini tolong maafkan kami,” ucapnya.

Rabu malam (5/1), sekitar pukul 20.00 WIB, seorang pemuda bernama Ridwan ,19, asal NTT yang tengah menyebrang tersenggol motor yang dikendarai dua pemuda, yang muncul dari Jalan Kujang, samping kampus UIN Bandung.

Spontan, Ridwan mengeluarkan kata-kata kotor sehingga terjadi cekcok di antara mereka. Tak lama kemudian, teman-teman dari pengendara motor datang dan mengeroyok Ridwan.

Namun tak lama kemudian, datang sekitar 30 lebih teman Ridwan dan berkumpul di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD). Petugas Polsek Panyileukan  yang mendengar info keributan daatang menenangkan situasi.

Setalh dirasakan aman, polisi pun meninggalkan kampus UIN SGD. Namun ternyata, puluhan pemuda asal NTT itu merangsek ke perkampungan dan menyerang rumah Odang ,68. Mereka mengira orang yang telah menganiaya Ridwan ada di rumah tersebut. Belakangan diketahui jika dugaan itu salah.

Akibat penyerangan mendadak ke rumah Odang, empat penghuni rumah luka-luka, salahsatunya adalah anak kecil, Awaludin ,5, yang luka sobek di bagian kepala hingga harus dijahit 10 jahitan. Sementara tiga korban lainnya adalah Ihsan ,28, Dadi Rustia ,32, dan Ventiani ,16.

Polrestabes Bandung sudah menetapkan 11 tersangka yang semuanya ialah para pemuda pelaku penyerangan ke warga Cipadung.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…