Kamis, 13 Januari 2011 20:59 WIB Boyolali Share :

Pemkab Boyolali mulai lakukan sosialisasi pembayaran Raskin

Boyolali (Espos)–Pemkab Boyolali mulai melakukan sosialisasi pembayaran Raskin melalui system baru yakni cash and carry yang mulai ditetapkan Bulog pada tahun ini.

Kabag Perekonomian Setda Boyolali Sri Prihastoro mengatakan perubahan ini sudah ditetapkan melalui keputusan Gubernur Jateng dan harus dilaksanakan dalam tahun ini. “Sosialisasi terus kami lakukan di lapangan, terutama para penerima Raskin di 19 kecamatan di Boyolali,” ujarnya kepada wartawan di Boyolali, Kamis (13/1).

Prihastoro menjelaskan system pembayaran cash and carry itu berbeda dengan system sebelumnya, dimana pada system lama ada tenggang waktu pembayaran hingga empat hari untuk menyetorkan ke Bulog. Namun, dengan system baru itu, nantinya petugas langsung membayar tunai di lokasi distribusi Raskin kepada petugas Bulog.

Dengan system baru itu, jelas Prihastoro, akan menemui banyak kendala. Pasalnya, selama ini beberapa warga miskin yang datang mengambil jatah, tetapi baru membayar dua atau tiga hari setelah menerima Raskin. “Jelas akan menyulitkan beberapa pihak, termasuk Bulog, karena beras yang belum dibayar tunai akan dibawa kembali ke gudang. Sedang, warga yang belum memiliki uang akan tertunda penerimaan jatahnya,” jelas dia.

Meski demikian, tambah jelas Prihastoro, pihak Pemkab Boyolali siap melaksanakan system baru ini.  Di Boyolali, tambahnya, jumlah warga penerima Raskin saat ini mencapai sebanyak 75.014 rumah tangga sasaran (RTS). Tiap RTS nantinya mendapat jatah 15 kilogram per bulan dengan harga tetap sebesar Rp 1.600/kg.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…