Kamis, 13 Januari 2011 20:16 WIB Solo Share :

Lahan Putri Cempo belum overload

Solo (Espos)–Paguyuban Pemulung Jatirejo (Palung Jati), Mojosongo, Jebres, menilai lahan TPA Putri Cempo belum overload alias masih bisa dimanfaatkan setidaknya hingga lima tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Palung Jati, Parjiman Nggonet, saat ditemui wartawan di kediamannya Kamis (13/1). Menurut laki-laki bertubuh gempal itu masih banyak lahan di Putri Cempo yang kosong atau belum dimanfaatkan untuk membuang sampah.

“Sebenarnya masih banyak bagian yang belum dimanfaatkan. Pejabat Pemkot mana tahu, mereka tidak pernah masuk atau keliling di dalam,” ujarnya.

Dia mengungkapkan banyak bagian di Putri Cempo tidak bisa dimanfaatkan karena akses menuju area itu tertutup tumpukan sampah. Kondisi itu sudah berlangsung berbulan-bulan lalu namun tak juga dibenahi.

Tertutupnya akses Putri Cempo pernah sampai membuat tumpukan sampah meluber ke permukiman penduduk. Bahkan sampai saat ini masih terdapat tujuh kepala keluarga (KK) yang terisolir lantaran jalan Putri Cempo tertutup sampah.

Bila hendak ke Solo tujuh keluarga itu harus memutar jalur melalui Desa Plesungan, Gondangrejo atau Jl Lingkar (ringroad). Tumpukan sampah Putri Cempo juga menutup akses menuju Makam Eyang Putri Cempo yang menjadi legenda atau cerita rakyat setempat. Putri Cempo merupakan salah satu istri Raja Kerajaan Majapahit. Masyarakat setempat masih mempercayai tuah Eyang Putri Cempo. “Saat akan menggelar hajatan biasanya mengirim sesaji ke makam,” imbuh Nggonet.

kur

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…