Kamis, 13 Januari 2011 21:41 WIB Sukoharjo Share :

Dua pengurus UPK PNPM Jadi tersangka

Sukoharjo (Espos)–Dua pengurus Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM, yakni dari Kecamatan Polokarto dan Gatak berstatus sebagai tersangka. Mereka adalah bendahara UPK Polokarto, SP yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo dan seorang wanita pengurus UPK Gatak, S yang ditangani Polres Sukoharjo.

SP resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo sejak Senin (10/1). Dia diduga menyelewengakan uang lebihdariRp 200 juta.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejari Sukoharjo, Puji Triasmoro saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (13/1) siang.

Dia membeberkan penyelewengan uang oleh tersangka dilakukan terhadap anggaran 2003 sampai 2009. “SP mulai ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 Januari dan kami telah menerima surat perintah penyidikan No 17/0.3.34/FD.1/01/2011 dalam hari yang sama. Nilai korupsi dalam kasus itu Rp 200.340” katanya.

Lebih lanjut, Puji mengatakan pihaknya memeriksa tujuh orang sebagai saksi kasus itu, Kamis (13/1). Tujuh orang itu dikatakannya sebagian berkapasitas sebagai pengurus UPK dan beberapa unsur lain. “Pemeriksaan hari ini (Kamis-red, kami lakukan terhadap tujuh orang. Ada yang pengurus ada juga dari unsur lain,” tambahnya.

Dia mengatakan kasus itu memungkinkan berkembang setelah penyidikan berlangsung. Dia menjelaskan tersangka disangka telah mengajukan sejumlah kelompok fktif dalam beberapa proposal. Selain itu, dia mengatakan tersangka juga diduga telah melaporkan dana yang tak sinkron dengan alokasinya. “Selain melaporkan kelompok fiktif, tersangka diduga meminjamkan uang tak sesuai dengan laporan. Dana itu berasal dari APBN didampingi APBD,” lanjutnya.

Hari ini, Jumat (14/1), terusnya, Kejari berencana memeriksa empat saksi lain melengkapi penyidikan. Sementara, Puji juga berencana memeriksa SP sendiri pekan depan.”Pekan depan, tersangka akan kami periksa,” tandasnya.

Terpisah, Polres Sukoharjo juga memeriksa seorang wanita, S yang berperan sebagai pengurus UPK PNPM Kecamatan Gatak. Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL melalui Kasatreskrim Polres setempat, AKP Sukiyono, mengatakan, S telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan.”Untuk kasus 372 (Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan-<I>red<I>. BPK masih melakukan audit,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, audit terhadap S dilakukan guna membuktikan penyelewengan penggunaan uang negara. Jika terbukti, S dapat dikatakan terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

ovi

lowongan pekerjaan
SPG COUNTER BATIK & SALES COUNTER CAR RENTAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Rabun...

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Judul esai saya ini saya adopsi dari terminologi Profesor Theodore Levitt tentang marketing myopia atau…