Kamis, 13 Januari 2011 17:11 WIB Ekonomi Share :

Disindir Kinerja tak optimal, Agus Marto klaim kemiskinan menurun

Jakarta – Tak terima dibilang kinerja tak optimal, pemerintah menegaskan selama ini kinerja pemerintah sudah cukup baik. Bahkan pemerintah mengklaim kemiskinan dan pengangguran sudah semakin menurun.

“Kemajuan yang dicapai soal kemiskinan dan pengangguran sudah cukup baik. Pemerintah sudah menyatakan yang ditarget 2014 jadi kita mengarah ke kemiskinan dan pengangguran 2014. Jadi kemiskinan dan pengangguran itu pada tren yang baik,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (13/1).

Sebelumnya, banyak kalangan menilai keberhasilan bidang ekonomi yang dicapai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak nyata dirasakan masyarakat.

Program-program idealis, mulai dari fokus pembangunan untuk pertumbuhan (pro growth), penciptaan lapangan kerja (pro job), pengentasan kemiskinan (pro poor), hingga membuka sumbatan (debottlenecking) ekonomi, tidak ada yang berjalan.

“Apa yang dijanjikan Presiden untuk memacu perekonomian tidak ada yang berjalan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi.

Menurut Sofjan, pengurangan pengangguran yang terjadi saat ini bukan karena pemerintah mampu mendorong terbukanya lapangan kerja, tetapi karena masyarakat bergerak menciptakan pekerjaan sendiri.

“Karena itu yang tumbuh ialah sektor lapangan kerja informal,” kata Sofjan.

Sementara janji membuka sumbatan ekonomi, seperti membenahi infrastruktur, menjamin kesinambungan pasokan energi, hingga masalah pembebasan lahan masih sebatas tataran program.

“Infrastruktur jalan, pelabuhan, bandar udara, dan transportasi antar pulau masih buruk. Akibatnya, beban biaya logistik sangat tinggi, yang membuat pemerataan hasil produksi barang dan jasa tidak bisa merata,” ungkap Sofjan.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…