Rabu, 12 Januari 2011 21:39 WIB Solo Share :

Wawali
Relokasi 2011 jalan terus

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menegaskan program relokasi warga bantaran Sungai Bengawan Solo tetap berjalan tahun 2011 ini.

Program itu untuk memindahkan warga yang selama ini belum masuk dalam daftar peserta relokasi. Namun orang nomor dua di Kota Bengawan itu tidak merinci nominal anggaran relokasi tahun ini. Pernyataan Rudy disampaikan saat ditemui Espos seusai mediasi sengketa lahan Kentingan Baru, Jebres, Selasa (11/1) malam. “Ya relokasi tetap berjalan tahun ini. Sudah disediakan anggaran untuk itu,” ujarnya singkat.

Pada bagian lain Lurah Sewu, S Budi Hartono mengungkapkan di wilayahnya masih ada sekitar 56 kepala keluarga (KK) yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo. Dia berharap mereka masuk dalam relokasi tahun ini. Sedangkan peserta relokasi tahun lalu masih ada sekitar 70 keluarga asal Putat yang belum bisa pindah. Penyebabnya rumah di lahan relokasi belum layak huni karena belum ada aliran listrik dan air. Warga tidak mampu membiayai pemasangan listrik.

Sedangkan Ketua RT 3/RW VII Sewu, Joko Lelono mengaku bingung ihwal kelanjutan program relokasi. Pasalnya dia mendapat informasi dari kalangan DPRD Solo bahwa program relokasi dihentikan sementara karena sarat penyimpangan. Menurut dia relokasi harus tetap berlanjut mengingat bahaya banjir yang selalu mengintai utamanya saat penghujan. “Di wilayah RT saya saja masih ada empat keluarga yang belum masuk program relokasi. Sebagian memilih meninggalkan rumah karena tinggal mereka saja di bantaran,” terangnya.

Joko berencana menemui anggota DPRD Solo untuk menanyakan ihwal kepastian kelanjutan program relokasi. Tidak hanya dia namun bersama tokoh masyarakat yang lain. Mengenai indikasi penyimpangan menurut dia memang bisa saja terjadi. Apalagi selama ini sebagian besar pengurus Pokja dan Sub Pokja relokasi belum pernah memegang uang ratusan juta rupiah. “Tapi indikasi itu jangan sampai menghambat atau menghentikan program relokasi. Kami akan sampaikan ini kepada para anggota Dewan,” tegas dia.

kur

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…