Rabu, 12 Januari 2011 11:23 WIB News Share :

Wanita tua di Sumenep terjebak reruntuhan rumah

Surabaya–Angin kencang disertai hujan deras tidak hanya menumbangkan 2 buah tower dan pohon besar. Namun dua rumah warga di Dusun Batuguluk, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep ambruk.

Salah satu pemilik rumah, Ny Darusi yang sudah lanjut usia tertimbun reruntuhan tembok rumah dan mengalami patah tulang pada bagian betis kanan. Salah seorang warga setempat, Nuris ,24, mengatakan nenek yang tertimbun reruntuhan tembok rumahnya itu tidak mampu untuk lari keluar rumah.

“Nenek itu berusaha keluar rumah, tapi tembok rumah langsung roboh,” kata Nuris saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (12/1).

Sementara evakuasi korban sempat memakan waktu hingga 30 menit. Sebab, reruntuhan rumah penuh dengan paku. “Beruntung tidak sampai membawa korban jiwa, mas!,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, lebih dari 20 rumah di wilayah Kecamatan Batuputih, Sumenep atau 24 KM dari kota ke arah timur daya juga dilanda angin kencang.

Rumah-rumah warga itu mengalami rusak berat dan ringan, selain gentingnya hancur juga ada teras rumah warga yang ambruk. Salah satunya, milik Nihwi ,46, warga Desa Tengedan. Bahkan, angin kencang yang melanda ke pulauan Kangean juga merusak rumah dan fasilitas rumah.

“Puluhan rumah di pulau Kangean juga rusak. Gentingnya beterbangan. Namun, jumlah pastinya belum diketahui,” kata salah seorang anggota DPRD Sumenep, Badrul Aini saat dihubungi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…