Michael Jackson (Getty)
Rabu, 12 Januari 2011 12:20 WIB Issue Share :

Sebelum tewas, Michael Jackson konsumsi obat bius tiap hari

Jakarta–Misteri tabir kematian Raja Pop Michael Jackson  terus berlanjut. MJ diduga meninggal karena kelalayan dokter pribadinya, Conrad Murray. Ternyata Murray mengaku memberikan propofol, sejenis obat bius, kepada MJ setiap hari selama berbulan-bulan.

Hal tersebut diakui Murray sendiri dalam sidang misteri kematian Michael, Selasa (11/1) kemarin di Los Angeles, AS. Murray mengaku memberikan obat bius setiap hari selama enam bulan sehingga menyebabkan Jacko keracunan.

Menurut wawancara dengan polisi, Murray mengaku di hari kematian Michael pada 25 Juni 2009, ia diberikan 25 miligram dari anestesi. Itu dilakukan karena penyanyi This Is It itu mengeluh tentang tidak bisa tidur. Padahal saat itu Michael dijadwalkan masih ada 50 show di London. Lanjut Murray, setelah dua menit meninggalkan Michael, ternyata pasiennya sudah tidak bernafas.

“Jackson mulai mengeluh bahwa dia tidak bisa tidur. Karena itu ia harus membatalkan latihan. Jika tidak tidur, dia tidak bisa show,” kata Murray dalam persidangan tersebut seperti yang dikutip Contact Music, Rabu (12/1).

Sebelumnya dalam persidangan sebelumnya, seorang apoteker  Pelayanan Farmasi Las Vegas Tim Lopez menjadi saksi sidang. Lopez bersaksi Murray sempat membeli 255 botol propofol. Semua itu untuk persediaan obat untuk Jacko selama tiga bulan sebelum penyanyi itu meninggal. Empat pengiriman propofol dibeli antara tanggal 6 April dan 10 Juni 2009.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…