Rabu, 12 Januari 2011 02:44 WIB News Share :

Ratusan bangunan SD di Grobogan rusak

Grobogan (Espos)--Kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Grobogan memprihatinkan. Karena hingga awaltahun 2011 masih ada sekitar 300 bangunan sekolah dasar (SD) atau sekitar 35 persen dari 849 gedung SD di Kabupaten Grobogan dalam kondisi rusak.

Data yang diperoleh Espos, Selasa (11/1), dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, banyaknya bangunan SD yang rusak tersebut karena faktor usia bangunan yang dibangun sekitar tahun 1980-an.

“Ya memang faktor usia bangunan, karena rata-rata bangunan SD yang ada di Kabupaten Grobogan hasil program Inpres Tahun 1980-an. Setelah pembangunan hanya sebagian yang dilakukan perbaikan, mengingat jumlah bangunannya yang terlali banyak. Sehingga dari 849 SD yang ada, 35 persennya dalam keadaan rusak,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan H Sugiyanto SH MM, Selasa.

Menurut Sugiyanto, sebagian besar karena dimakan usia maka material bangunan sudah lapuk. Jika tidak segera diperbaiki maka jumlah SD yang rusak akan bertambah.

Upaya perbaikan lanjut Sugiyanto terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan dengan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sejak beberapa tahun ini.

Hanya saja di tahun 2010, tambah Sugiyanto tidak ada perbaikan bangunan SD yang rusak. Hak ini karena DAK yang diterima Dinas Pendidikan dimanfaatkan untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Memang ada dana DAK di tahun 2010 senilai Rp 39 miliar, tetapi sesuai instruksi dari pusat penggunaannya untuk peningkatan mutu pendidikan. Karenanya, dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun 121 ruang perpustakaan dan laboratorium. Jadi tidak digunakan untuk perbaikan ruang belajar,” jelas Sugiyanto didampingi Kasubag Keuangan Disdik, Moch Amin SPd.

Kendati demikian, Sugiyanto mengatakan, pihaknya berharap DAK yang diterima di tahun anggaran 2011 bisa digunakan memperbaiki gedung SD yang rusak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Grobogan.

“Upaya lainnya, adalah rencana penggabungan (regruping) sejumlah SD yang ada sehingga proses belajar mengajar bisa tetap dilaksanakan. Sampai saat ini sudah ada delapan SD yang direncanakan untuk digabungkan,” tegas Sugiyanto.

rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…