Rabu, 12 Januari 2011 13:13 WIB Hukum Share :

Pencuri HP mati dikeroyok sipir, empat tahanan akan bersaksi

Jakarta–Empat tahanan akan bersaksi atas kematian narapidana Sawon, pencuri HP yang tewas dikeroyok sipir LP Banyumas, Jawa Tengah. Sawon adalah narapidana LP Banyumas yang tewas setelah dikeroyok oleh delapan sipir penjara pada pertengahan Oktober 2010 lalu.

“Rencananya empat orang yang akan bersaksi di PN Banyumas siang ini,” kata kuasa hukum Sawon, Wiwin Taswin, Rabu (12/1).

Delapan Sipir yang duduk di kursi pesakitan itu, Agung Prianggodo, Tarsikun, Kuadi, Eko Mulyono, Priyanto, Sukirno, Narso dan Marno. Kepada kedelapan sipir tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Ninik Rahma mendakwa mereka telah melanggar Pasal 338, jo Pasal 351, jo Pasal 354, jo Pasal 170 KUHP. Ancaman pidana maksimal adalah 15 tahun penjara.

“Empat saksi ini adalah tahanan yang menolong Sawon usai di keroyok ramai- ramai oleh sipir. Mereka tahu persis bagaimana keadaan Sawon usai dikeroyok,” tambah Wiwin.

Sawon dimasukkan ke LP Banyumas dalam kasus pencurian HP. Dia dipidana penjara tujuh bulan. Terpidana Sawon seharusnya keluar dari Rutan Banyumas Desember 2010. Tapi dua bulan sebelum keluar dia tewas setelah dikeroyok sipir penjara.

Kini, status kepegawaian delapan sipir tersebut menunggu keputusan pengadilan. Apakah akan dipecat, diberi sanksi administrasi atau lainya.

“Status kepegawaiannya saat ini masih (sebagai pegawai Kemenkumham). Sudah kami periksa dan terkait hukuman sanksi atau disiplin menunggu putusan pengadilan,” terang Direktur Informasi dan Komunikasi Kemenkumham, Murdiyanto.

dtc/tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…