Rabu, 12 Januari 2011 14:53 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah tolak opsi pembangunan tol bawah laut

Jakarta--Pemerintah akhirnya tak ambil opsi pembuatan terowongan bawah laut dalam menggarap proyek ruas tol Sarangan-Tanjung Benoa (Bali). Opsi ini sempat menjadi alternatif, namun karena biayanya sangat tinggi maka dipilih opsi lain.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, setidaknya pemerintah menyiapkan beberapa opsi terkait rencana pengerjaan proyek tol Sarangan-Tanjung Banoa sepanjang 11,5 Km tersebut.

Opsi pertama yaitu jembatan yang lama dengan desain yang lama. Namun, opsi ini juga tidak bisa dilakukan karena di sisi pantai ada pelabuhan Tanjung Benoa dan mengganggu jalur pelayaran penerbangan.

“Sehingga jika jembatan itu kalau itu dibuat membutuhkan clearence yang tinggi, tapi kalau clearence yang tinggi dapat mengganggu pesawat terbang. jadi oleh sebab itu, kita harus gimana, kalau rendah kena kapal, kalau tinggi kena pesawat terbang,” katanya di kantor kementerian PU, Rabu (12/1).

Berdasarkan hasil rapat koordinasi menteri perekonomian akhirnya disepakati rual tol tersebut pindah rute. Pemindahan rute itu ternyata diklaim lebih murah. “Kita sempat akan buat terowongan di bawah laut. Ya ternyata tiga-empat kali lebih mahal,” katanya.

Djoko menambahkan dari hasil keputusan pemindahan rute maka akan dibangun tolĀ  menyusuri pantai, ada dua alternatif yang akan dipilih.

“Kemarin sudah kita pilih dengan harga yang paling rendah dan yang paling tidak merusak lingkungan karena di sana ada hutan bakau yang memang disepakati menjadi program nasional kita,” katannya.

Dikatakan Djoko hari ini tim kementerian PU telah berangkat ke Bali untuk mempelajari lokasi. Terkait upaya mencegah pembangunan tol yang bisa berdampak merusak kawasan lingkungan hutan bakau.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…