Rabu, 12 Januari 2011 22:16 WIB Wonogiri Share :

Nasib waterboom makin tak jelas

Wonogiri (Espos)–Nasib calon karyawan waterboom Nawangwulan yang telah direkrut dan dimintai uang jaminan oleh PT Sri Djamin Jaya makin terkatung-katung. Baik wakil rakyat di DPRD maupun Pemkab Wonogiri belum juga mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan persoalan mereka dengan investor asal Garut, Jawa Barat itu.

Terkait itu, mereka menyatakan siap menempuh jalur hukum. Para calon karyawan itu berencana melaporkan PT SDJ ke pihak kepolisian dengan pasal penipuan.

Koordinator calon karyawan waterboom, Agus Sukadi, kepada wartawan, Rabu (12/1) mengaku sudah didesak oleh beberapa rekannya untuk melaporkan PT SDJ ke pihak kepolisian. PT SDJ dinilai telah melakukan upaya penipuan karena meminta sejumlah uang kepada calon karyawan saat perekrutan dan berjanji akan mempekerjakan mereka, namun sepertinya hampir pasti janji itu tidak akan dipenuhi,

“Langkah ini (lapor ke polisi-red) akan kami tempuh setelah segala upaya mediasi menemui jalan buntu. Nyatanya sejauh ini belum ada upaya penyelesaian, baik dari wakil rakyat di DPRD maupun dari dinas (Disbudparpora-red),” ujar Agus.

Sementara itu, Pemkab sendiri hingga kini masih disibukkan dengan upaya mencari investor baru untuk melanjutkan proyek di kawasan wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (WGM) itu. Pencarian investor ini dilakukan lantaran pengambilalihan proyek itu oleh Pemkab dengan dana dari APBD urung dilakukan. Dana senilai Rp 6 miliar yang semula telah dialokasikan dalam RAPBD 2011 untuk melanjutkan pembangunan proyek itu batal dianggarkan.

“Karena beberapa pertimbangan,penganggaran dana untuk melanjutkan proyek ini dalam APBD 2011 ditunda. Makanya saat ini kami harus kembali mencari investor yang berminat melanjutkan proyek itu. Sudah ada beberapa yang menyatakan minat, tapi saat ini semuanya masih dalam proses,” jelas Kepala Disbudparpora, Bambang Haryadi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu,

Terkait rencana calon karyawan waterboom melaporkan PT SDJ ke polisi, Bambang tidak memberikan banyak komentar. Dia hanya mengatakan sudah dua kali melayangkan surat teguran ke PT SDJ dan segera mengirim yang ketiga karena investor asal Garut, Jawa Barat itu belum juga memberikan respons.

“Persoalan para calon karyawan, kami hanya bisa membantu sesuai tugas, pokok dan fungsi kami. Satu hal yang pasti kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu dan berada di pihak mereka (para calon karyawan-red),” ujarnya.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…