Rabu, 12 Januari 2011 01:18 WIB Sragen Share :

Kering, 75 ha lahan di Plupuh ditanami buah

Sragen (Espos)–Gara-gara kondisi tanahnya kering, sekitar 75 hektar (ha) lahan di Kecamatan Plupuh dikembangkan sebagai kebun tanaman buah.

Pengembangan tanaman buah yang merupakan bagian dari proyek pengembangan hotikultura Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Plupuh itu tersebar di empat desa, yakni Desa Somomorodukuh, Desa Pungsari, Desa Jembungan, dan Desa Gedongan. Kepala BPP Plupuh, Soewardi, kepada Espos, Selasa (11/1), menuturkan sejak 2010 Kecamatan Plupuh memang dikembangkan sebagai model pengembangan holtikultura di Kabupaten Sragen.

Kawasan Plupuh dinilai cocok menjadi lahan pengembangan holtikultura karena sebagian lahannya merupakan tegalan yang kering. “Tanaman buah memang lebih cocok dibudidayakan di wilayah Plupuh, karena kondisi alamnya mendukung. Banyak tegalan yang jika diperhitungkan lebih memberikan hasil jika ditanami buah,” jelas Soewardi.

Dia melanjutkan, BPP saat ini telah mengembangan tanaman buah di lahan 20 ha di Desa Jembungan, 20 ha lain di Desa Pungsari dan 25 ha di Desa Somomorodukuh serta 10 ha di Desa Gedongan. Lahan di dua desa terakhir tersebut kini sudah saatnya dipanen. Soewardi berharap, ke depan jumlah lahan pengembangan holtikultura semakin bertambah.

Di sisi lain, masih terkait pengembangan holtikultura, tahun ini BPP Plupuh berencana menyediakan ratusan bibit tanaman buah bagi masyarakat yang membutuhkan. Di antaranya, 300 bibit tanaman kelengkeng, 200 bibit tanaman buah naga dan sekitar 100 bibit tanaman jeruk bali. Soewardi memastikan harga serta kualitas bibit yang dihasilkan BPP Plupuh tidak kalah bersaing dengan bibit yang dijual di pasar komersil. “Karena ini juga bagian dari proyek, kami pasti memberikan harga yang bersaing,” imbuhnya.

tsa

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…